08 April 2021, 23:47 WIB

Pesan WA BMKG Selamatkan Warga Kampung Nelayan dari Siklon Seroja


Widhoroso | Nusantara

HANTAMAN Siklon Tropis Seroja yang melanda Nusa Tenggara Timur (NTT) pekan lalu, mengakibatkan bencana banjir bandang dan tanah longsor. Sedikitnya, 11 wilayah di NTT terdampak siklon Seroja antara lain Kabupaten Flores Timur, Kabupaten Lembata, Kota Kupang, Kabupaten Kupang, Kabupaten Alor, Kabupaten Malaka, dan Kabupaten Sabu Raijua.

Namun sejumlah nelayan di Kampung Nelayan Oesapa, Kota Kupang masih sempat untuk mengungsikan warga kampung ke gedung sekolah dan memindahkan perahu-perahu ke tempat yang lebih aman agar selamat dari gulungan ombak.

"Info cuaca dari BMKG selalu rutin dikirimkan ke grup percakapan WhatsApp (WA). Kebetulan saya juga tergabung didalamnya karena saya alumni Sekolah Lapang Cuaca Nelayan (SLCN) BMKG. Begitu dapat informasi ada cuaca buruk berupa gelombang tinggi dan angin kencang langsung saya sebarluaskan ke orang-orang kampung,” ujar Ketua Komunitas Angsa Laut, Mohammad Mansyur, di Kampung Nelayan Oesapa, Kupang, Kamis (8/4).

Dewa mengatakan, beberapa saat usai dirinya dan warga mengungsi angin kencang dan gelombang tinggi datang menerpa kawasan perkampungan mereka. “Beruntung, karena informasi tersebut, tidak ada korban jiwa di Kampung Nelayan Oesapa meski masih ada beberapa kapal yang terdampak gelombang akibat tidak sempat dipindahkan,” ujarnya.

Dewa mengaku kerap diandalkan warga tempat tinggalnya terkait update cuaca dari BMKG usai mengikuti SLCN dari BMKG. Ia berharap semakin banyak nelayan dan warga lain yang dapat mengikuti SLCN BMKG dan bisa bergabung dalam grup komunikasi yang dibentuk.

"Dengan demikian update informasi terkini terkait cuaca dan peringatan dini dapat diupdate setiap hari sehingga dapat meminimalisir terjadinya korban jiwa jika terjadi cuaca ekstrem. Informasi dari Stasiun Meteorologi Maritim NTT sangat bermanfaat," ujarnya.

Di sisi lain, Kepala Stasiun Meteorologi El Tari Kupang, Agung Sudiono Abadi mengungkapkan prospek cuaca dan peringatan dini tiga harian memang sudah disebarluarkan ke berbagai grup WA Info Publik MKG NTT dan media sosial BMKG Stasiun Meteoroligi El Tari. Menurutnya informasi intens gencar diperbarui setiap tiga jam sejak 31 Maret, karena sudah diprakirakan akan berpotensi cuaca ekstrem.

"Prakiraan Cuaca Berbasis Dampak dengan level Siaga dan Waspada untuk wilayah NTT yang dikeluarkan Pusat Meteorologi Publik pada 2 April juga telah diseminasikan. Selanjutnya informasi peringatan dini terus menerus diperbarui dan gencar didiseminasikan sampai siklon tropis Seroja benar-benar berlalu dari wilayah NTT," pungkasnya. (RO/OL-15)

 

BERITA TERKAIT