08 April 2021, 18:23 WIB

Gaji 2019 Tertunggak, Karyawan JSC Mogok Kerja


Dwi Apriani | Nusantara

PULUHAN pegawai PT Jakabaring Sport City (JSC) melakukan aksi atas tuntutan pembayaran gaji karyawan selama 10 bulan di tahun 2019. Ketua Serikat Pekerja JSC, Hardi, mengatakan, aksi itu dilakukan karena gaji pegawai di tahun 2019 tidak terbayar selama 10 bulan.

"Mogok kerja hari ini karena hak kami selama 10 bulan pada 2019 tak kunjung kami terima dari perusahaan. Tahun 2020 dan 2021 dibayar, hanya 2019 saja yang tidak," kata dia, Kamis (8/4).

Diketahui, ada sekitar 197 orang pegawai JSC yang belum dibayarkan gajinya. Total gaji karyawan JSC pada 2019 yang seharusnya dibayar senilai Rp9 miliar. "Kami mendapat penjelasan dari manajemen JSC, katanya menunggu penyertaan modal yang kami tidak diberi tahu sama sekali bagaimana mekanisme dan teknisnya. Kami hanya dikasih tau secara lisan alias janji saja, tidak secara tertulis," bebernya.

Selama menunggu pembayaran gaji, pihaknya akan terus melanjutkan mogok selama kurang lebih satu bulan. "Aksi mogok kerja kami lakukan satu bulan sampai menunggu hak kami terpenuhi," kata dia.

Di sisi lain, Direktur Utama PT JSC, Meina Paloh mengatakan pada 2019 memang ada karyawan yang tidak full menerima gaji. Pasalnya, pascaAsian Games 2018, JSC sama sekali tidak ada uang.

"Kemudian pada 2019, JSC juga tidak menerima penyertaan modal dari Pemprov Sumsel. Akhirnya kita harus benar-benar mencari sumber dana, sebab setelah Asian Games tidak ada penyewaan di venue JSC," kata dia.

Ia mengatakan, biaya operasional untuk kawasan JSC yang seluas 360 hektare sangat besar. "Inilah karenanya gaji karyawan tidak bisa dibayar full, apalagi biaya operasional JSC sangat tinggi. Belum lagi kerusakan venue pascaAsian Games 2018 yang harus kita benahi," kata dia.

Meina menegaskan, pada April ini ditargetkan kekurangan gaji akan dibayarkan segera. “Kita akan berusaha bagaimana bisa cepat menyelesaikan masalah ini. April ini kita bayar," tegasnya. (OL-15)

BERITA TERKAIT