08 April 2021, 14:46 WIB

Pencarian Korban di Desa Nelelamadike Pulau Adonara hampir Selesai


Febrian Ahmad | Nusantara

LIMA hari pascabanjir bandang yang melanda Kabupaten Flores Timur, NTT, pencarian terhadap korban yang diduga masih tertimbun lumpur dan runtuhan bangunan terus dilakukan.

Salah satu desa dengan korban meninggal dunia terbanyak adalah Desa Nelelamadike, yang berloksi di Pulau Adonara.

Pencarian terhadap korban di desa ini tidaklah mudah. Lebih dari 30 rumah hancur tertimbun batu dan lumpur, dan hanya ada satu alat berat jenis eksavator yang dikerahkan. Dengan demikian, tim SAR gabungan yang terdiri dari Basarnas, BPBD, TNI, Polri dan masyarakat, harus ikut membantu pencarian korban secara swasaya, dengan alat seadanya.

Meski dengan alat seadanya, upaya tim SAR gabungan membuahkan hasil. Sebanyak 55 jenazah korban banjir bandang di Desa Nelelamadike berhasil ditemukan, dan dan menyisakan hanya satu korban lagi, yang belum ditemukan.

Baca juga: Siklon Seroja, NTT Tetapkan Tanggap Darurat Bencana

Menurut Komandan Tim Evakuasi Basarnas Desa Nelelamadike, Riswan Dwi Putra, fokus Basarnas saat ini adalah menemukan seluruh korban yang dilaporkan hilang saat banjir bandang menerjang.

Riswan juga mengiyakan, bahwa salah satu kesulitan mencari korban adalah minimnya sarana penunjang, seperti alat berat.

“Kita kembali menemukan satu jenazah lagi berjenis kelamin wanita, sehingga total korban jiwa yang sudah ditemukan di Desa Nelelamadike adalah 55 jenazah. Jadi tinggal satu lagi yang belum ditemukan,” ujar Riswan.

Tim SAR gabungan setiap harinya terus melakukan proses evakuasi, mulai dari pukul 08:00 WITA, hingga pukul 17:30 WITA. (A-2)

BERITA TERKAIT