08 April 2021, 13:35 WIB

Kota Malang Belum Memerlukan Operasi Pasar Ramadan


Bagus Suryo | Nusantara

BADAN Urusan Logistik (Bulog) dan Pemda di Malang Raya meliputi Kota Malang, Kabupaten Malang dan Kota Batu, Jawa Timur, menyatakan belum memerlukan operasi pasar (OP) menjelang Ramadan.

Pasalnya harga beras stabil, bahkan cenderung turun di pasaran. Kondisi itu meningkatkan daya beli selama masa pandemi covid-19.

"Operasi pasar beras belum diperlukan karena kondisi harga stabil, bahkan cenderung turun menjelang Ramadan," tegas Kepala Bulog Malang Supriyono di Gudang Gadang Malang, Kamis (8/4).

Ia menjelaskan pemerintah daerah sudah meminta OP saat pelaksanaan kurang diminati masyarakat. Beras yang dijual dalam OP tidak begitu laku karena harga beras stabil bersamaan dengan musim panen raya.

Sebab, harga beras medium di pasar ada yang Rp8.000 per kg sehingga harga pasar pun stabil. Sedangkan beras Bulog Rp8.300 per kg.Kendati demikian, Bulog Malang tetap menyiapkan stok bahan pokok untuk keperluan stabilisasi harga sampai Lebaran nanti.

"Stok gula 60 ton ada juga stok minyak goreng, tepung terigu,  cukup sampai Idul Fitri," ungkapnya.

Sementara itu Wakil Wali Kota Malang Sofyan Edi Jarwoko menyatakan kondisi stok pangan tahun ini mencukupi kebutuhan. Itu sebabnya selama masa pandemi covid-19 sampai awal Ramadan ini aman baik stok di gudang Bulog maupun di penggilingan padi.

baca juga:Empat Inovasi Digital Siap Layani Warga Kota Malang

"Alhamdulillah kondisi stok bahan pangan menjelang Ramadan tahun ini cukup aman, harganya cukup terkendali dan stabil sampai dengan hari ini," tegas Bung Edi.Kondisi ini membuat Pemkot Malang memutuskan belum memerlukan OP.

"Operasi pasar masih belum diperlukan karena kita ingin menggerakkan roda ekonomi terutama di pasar-pasar," ujarnya.

Selain itu, lanjutnya, bantuan jaring pengaman sosial yang digulirkan pemerintah sudah mulai diterima warga penerima manfaat di Kota Malang.(OL-3)

 

 

BERITA TERKAIT