08 April 2021, 12:45 WIB

Dinkes Bantah Sleman Kehabisan Vaksin Covid-19


Agus Utantoro | Nusantara

DINAS Kesehatan Kabupaten Sleman membantah jika saat ini stok atau
sediaan vaksin covid-19 di Kabupaten Sleman habis.

Kepala Bidang Sumber Daya Kesehatan Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman,
drg. Atikah Nurhesti, Kamis menjelaskan, Dinas Kesehatan Kabupaten
Sleman masih memiliki sediaan vaksin yang mencukupi untuk terus
menggelar vaksinasi.

"Jika sediaan kami menipis, kami segera melakukan konsultasi ke Dinas
Kesehatan Daerah Istimewa Yogyakarta untuk meminta tambahan lagi,"
ujarnya.

Lebih lanjut Atikah mengungkapkan, saat ini sediaan vaksin yang ada di
fasilitas kesehatan khususnya Puskesmas, sebanyak 10.000an dosis,
sedangkan yang ada di UPT Pengelolaan Obat dan Alat Kesehatan (POAK)
Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman masih ada 5.000an dosis.

"Ada pula yang dirumah sakit-rumah sakit," jelasnya.

Karena itu, ujarnya, masyarakat tidak perlu khawatir dan tidak perlu
mempercayai isu-isu yang menyebutkan Sleman kehabisan sediaan vaksin.


Vaksinasi Lansia

Sementara menyinggung vaksinasi bagi lansia, Atikah menjelaskan, dari
target vaksinasi lansia sebanyak 120.000an, saat ini baru tercapai 30
persen yang telah divaksin.

Menurut Atikah, salah satu kendala tidak bisa cepatnya pelaksanaan
vaksinasi bagi lansia adalah masalah komunikasi.

Ia menjelaskan kebanyakan lansia terutama di perdesaan tidak memiliki
ponsel pintar, sehingga untuk mendaftar dan menerima informasi lanjut
menggantungkan pada anak atau cucunya yang akrab dengan ponsel pintar.

"Dengan kondisi ini, maka kecpatan pengadministrasian hingga penjadwalan tidak bisa berjalan dengan cepat," tambahnya.

Namun demikian, kata Atikah, Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman
menjadwalkan vaksinasi untuk lansia ini akan selesai pada akhir April
2021.

Agar pelaksanaan vaksinasi bagi lansia itu bisa berjalan cepat dan
sesuai harapan, Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman menunjuk dua Kapanewon
(Kecamatan), Kapanewon Cangkringan dan Kapanewon Ngemplak sebagai pilot
project.

"Kebetulan dua kapanewon ini sudah selesai menggelar vaksinasi untuk
pendidik  baik TK/PAUD, SD, SMP dan SMA," lanjutnya.

Karena itu, kedua kapanewon itu harus cepat menggelar vaksinasi bagi
lansia. Ia mengungkapkan agar kendala komunikasi bisa ditekan,
pelaksanaan vaksinasi bagi lansia itu Dinas Kesehatan menggandeng desa,
dukuh dan bahkan RT.

"Mereka ini mengetahui siapa-siapa lansia di wilayah masing-masing. Data yang cepat akan diikuti dengan informasi yang cepat tersampaikan kapan dan di mana mereka akan mendapat vaksin, bisa segera tersosialisasi," kata Atikah.

baca juga: Bencana Alam, Vaksinasi Covid-19 di NTT Ditunda

Ia kemudian menyontohkan, di dua kapanewon tersebut dalam waktu pendek
bisa menyampaikan 3000-an lansia yang harus divaksin. Dan kemudian
memperoleh jadwal hingga mendatangkan para lansia itu ke lokasi
vaksinasi.

Model ini, ujarnya, akan dievaluasi dan kemudian diterapkan di 15
kapanewon lainnya di Sleman. (OL-3)

BERITA TERKAIT