08 April 2021, 07:26 WIB

Evakuasi Korban Bencana NTT Harus Terapkan Prokes


Ferdian Ananda Majni | Nusantara

UPAYA mempercepat evakuasi dan penanganan korban bencana di Nusa Tenggara Timur (NTT) dan Nusa Tenggara Barat (NTB) bukan hal mudah di tengah situasi pandemi saat ini. Sebab virus Covid-19 tetap menjadi ancaman bagi petugas dan relawan yang kini tengah melakukan evakuasi korban bencana alam.

Dari data BNPB, korban banjir bandang dan longsor yang terjadi di NTT dan NTB kini mencapai 119 orang. Data korban hingga pukul 21.00 WITA, secara keseluruhan, 117 orang meninggal dunia dan 76 orang hilang di NTT. Sementara di Bima, NTB dua orang meninggal, sehingga total terdapat 119 orang meninggal dunia.

Wakil Ketua DPR RI M. Azis Syamsudin menyebut pemerintah dapat menekankan protokol kesehatan dengan optimal untuk melindungi keselamatan petugas di lapangan yang berisiko terpapar penyakit saat pandemi ini. Di sisi lain, ketersediaan fasilitas kesehatan dan makanan bagi korban bencana menjadi fokus perhatian.

"Ini pun harus dibarengi dengan upaya perbaikan infrastruktur di tengah cuaca ekstrem saat ini," katanya dalam keterangan Kamis (8/4).

Pihaknya juga menyadari bahwa tugas pemerintah menangani bencana berat. Apalagi adanya tugas ganda yang harus diemban. Baik dari sisi kemanusiaan maupun mendorong perbaikan infrastruktur secepatnya.

"Begitu juga bahaya Covid-19 yang mengancam petugas di lokasi bencana,” jelasnya.

Pimpinan DPR RI Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Korpolkam) itu berharap, seluruh elemen masyarakat ikut membantu evakuasi dan perbaikan di lokasi bencana. Seberapa pun bantuan donasi dan tenaga sangat berguna bagi masyarakat yang tengah menderita saat ini.

"Relawan sudah ada yang bergerak selama dua hari terakhir. Kami berterima kasih dan kami doakan semoga proses yang dilakukan berlangsung lancar," sebutnya.

baca juga: Kapolri Distribusikan Bantuan di Lembata

Anggota DPR RI dapil Lampung II itu juga berharap Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menggencarkan peringatan dini cuaca ekstrem.

"Pernyataan dan penegasan presiden sangat tepat. Informasi yang dikumpulkan BMKG terkait kondisi cuaca dan peringatan dini sangat penting untuk meningkatkan kewaspadaan di masyarakat," pungkasnya. (OL-3)

 

BERITA TERKAIT