08 April 2021, 05:28 WIB

Bulog Aceh Gelar Pasar Murah Sembako


Amiruddin Abdullah Reubee | Nusantara

MENJELANG Ramadan 1442 H, Dinas Perindustrian Perdagangan Provinsi Aceh berkerja sama dengan Perum Bulog Wilayah Aceh menggelar pasar murah di 23 kabupaten/kota. Penjualan bahan pokok dengan harga murah kepada masyarakat itu berlangsung selama empat hari, yaitu mulai Senin (5/4) hingga Kamis (8/4).

Supaya mudah terjangkau kalangan bawah, pasar untuk membantu masyarakat itu langsung dibangun di tengah permukiman pependuduk. Masing-masing kabupaten/ kota dibangun empat titik .

Dari amatan Media Indonesia, di Kabupaten Pidie misalnya, pasar bahan pokok murah tersebut digelar di Kecamatan Mila, Kecamatan Geumpang, Kecamatan Delma dan Kecamatan Padang Tiji. Sedangkan di Kabupaten Pidie Jaya dilaksanakan di Kecamatan Meurah Dua, Kecamatan Ulim, Kecamatan Pante Raja dan Kecamatan Bandar Baru.

"Di lakukan seluruh Aceh serentak selama empat hari, sejak Senin 5 April hingga 8 April 2021. Di masing-masing kabupaten/kota digelar satu titik dalam satu hari" kata Muammar, Kepala Bulog cabang Sigli yang membawahi Kabupaten Pidie dan Pidie Jaya.

Dikatakan Muammar, bahan kebutuhan pokok yang dijual di pasar murah tersebut ada lima jenis dengan harga lebih murah. Masing-masing adalah beras dari harga pasaran sekitar Rp120 ribu per 10 kg (kilogram), di pasar murah dijual Rp85 ribu per 10 kg.

Lalu gula pasir untuk satu paket ukuran 2 kg dijual Rp20 ribu. Harga tersebut lebih murah dari dipasaran Rp26 ribu untuk 2 kg.

Minyak goreng kemasan dari harga pasar Rp30 ribu per 2 liter dijual menjadi Rp25 ribu. Kemudian tepung terigu dari harga pasar Rp10 ribu per kg menjadi Rp8 ribu dan telor ayam ras dari harga pasar sekarang 39 ribu per papan (30 butir) di pasar murah dijual Rp31 ribu per papan.

"Sesuai kesepakatan kerja sama Bulog Wilayah Aceh dan Dinas Perindustrian Perdagan Aceh, ini harga untuk di kawasan daratan Aceh. Sedangkan harga untuk kabupaten/kota kepulauan Aceh ada perbedaan sedikit karena bertambah biaya angkutan penyeberangan" tambah Muammar. (OL-13)

Baca Juga: Pesimisme Konsumen Picu Revisi Pertumbuhan Ekonomi RI

 

BERITA TERKAIT