08 April 2021, 07:00 WIB

Makassar Uji Coba Layanan Tes GeNose dan PCR untuk SKPD Pemkot


Lina Herlina | Nusantara

PEMERINTAH Kota (Pemkot) Makassar secara maraton melakukan penanggulangan penyebaran virus korona atau covid-19, dengan terus melakukan inovasi mewujudkan percepatan pemulih­an di segala bidang, termasuk penularan covid-19 di Kota Makassar yang sempat menjadi episentrum.

Sebagai pembuka, pada 5 Maret lalu, Pemkot meluncurkan Makassar Recover yang merupakan gabung­an komitmen Wali Kota dan Wakil Wali Kota Makassar Mohammad Ramdhan ­(Danny) Pomanto dan Fatmawati Rusdi dalam memberantas covid-19 di kota angin mamiri tersebut.

Program itu diimplementasikan melalui tiga subprogram, yaitu Penguatan Imunitas, Adaptasi Sosial, dan Pemulihan Ekonomi. Dari tiga subprogram tersebut bakal dilakukan melalui berbagai tahap, masing-masing 11 metode untuk penguatan imunitas, 9 metode untuk adaptasi sosial, dan 6 metode untuk pemulihan ekonomi.

Khusus untuk kesehatan, tepatnya penanggulangan covid-19, bertempat di Lapangan Karebosi Makassar, kemarin, Wali Kota Danny Pomanto secara resmi membuka acara uji coba aplikasi Makassar Recover dengan layanan tes GeNose dan polymerase chain reaction (PCR) yang diperuntukkan jajaran satuan kerja perangkat daerah (SKPD) serta pegawai di lingkup Pemkot Makassar.

"PCR dan GeNose ini cara untuk mendeteksi adanya virus covid-19 di tubuh kita. Saya ingin mengajak seluruh masyarakat Makassar untuk menyaksikan bagaimana kedua aplikasi ini bekerja. Dari segi keakuratan dan kecepat­an inilah yang akan menjadi tolok ukur yang mana yang akan di ambil Pemerintah Makassar," sebut Danny.

Pasalnya, masing-masing aplikasi memiliki cara deteksi yang berbeda. "PCR kan diambil sampelnya lewat lendir dari hidung maupun tenggorokan, sementara GeNose melalui napas yang dimasukkan ke dalam kantong khusus," lanjut Danny.

GeNose yang merupakan aplikasi baru ini hadir hanya dengan menggunakan napas yang dapat dideteksi pada tarikan napas ketiga dan disarankan untuk tidak melakukan aktivitas makan minum dulu selama 30 menit sebelum pemeriksaan dilakukan. Untuk mengetahui hasil PCR membutuhkan waktu 2-3 hari, sedangkan GeNose hanya memerlukan sekitar 5 menit.

Dia juga menjelaskan, kegiatan kemarin merupakan simulasi awal Makassar Recover menuju sebuah sistem yang dibangun, dirancang, dan kemudian dimulai memperaktikkan secara simultan. 

"Yang paling menarik adalah kita menguji sekaligus screening GeNose dan testing PCR, untuk pengujian sistem termasuk bagaimana akurasi GeNose dan PCR," jelas Danny.

Untuk hari pertama ini, sebanyak 500 orang dari target 2.000-3.000 orang yang mengikuti tes PCR dan GeNose. 

"Sebenarnya hasilnya sudah ada yang dari GeNose, tapi kita tunggu dulu yang PCR untuk diumumkan secara digital bersamaan," tukas Danny yang meminta tambahan 153 GeNose untuk dibagikan ke setiap kelurahan di Makassar.

Setelah uji coba aplikasi, pada 11 April nanti baru akan di implementasikan dengan menggerakkan 10 ribu relawan detektor. (LN/S2-25)

BERITA TERKAIT