07 April 2021, 16:29 WIB

Pemkab Malaka Bangun Empat Dapur Umum Untuk Pengungsi Banjir


Palce Amalo | Nusantara

PEMERINTAH Kabupaten Malaka, Nusa Tenggara Timur sudah membangun empat dapur umum untuk menyediakan makanan bagi 4.800 pengungsi banjir. Empat dapur umum itu termasuk di antaranya satu dapur umum utama yang berlokasi di Susteran SSP Betun yang menyuplai makanan ke  sembilan titik pengungsian.

Penjabat Bupati Malaka Viktor Manek mengatakan dapur umum dikelola oleh pemerintah daerah, gereja, dan Nahdlatul Ulama (NU). "Misalnya dapur umum di sekolah kristen dikelola oleh pendeta dan majelis dan dapur umum yang dikelola oleh ibu-ibu dari NU," katanya saat dihubungi, Rabu (7/4).

Menurutnya, suplai beras dan kebutuhan pokok lainnya ke dapur umum lancar termasuk suplai alas tidur, selimut, dan kebutuhan untuk perempuan dan anak. "Semuanya terkendali dan aman," tambah Viktor Manek.

Sementara itu, ratusan warga yang terjebak di desa-desa yang terkepung banjir sudah bisa dicapai oleh tim penolong dari TNI, Polri, dan  pemerintah daerah setempat. Warga yang terjebak tersebut berasal dari tiga kecamatan yakni di Malaka Barat, Malaka Tengah, dan Kecamatan Weliman. Mereka menyelamatkan diri di atap rumah dan di loteng sejak Senin (5/4).

Menurut Viktor, tim SAR baru mencapai desa-desa yang terisolasi karena banjir bandang akhir pekan lalu, Jembatan Benanain yang menghubungkan Betun dengan tiga kecamatan tersebut putus. Jembatan tersebut dibangun oleh Kementerian PUPR pasca banjir bandang pada 2000.

Menurutnya, genangan air di permukiman penduduk yang sebelumnya antara 80 sentimeter sampai satu meter, sudah surut. Karena itu, warga yang terjebak tersebut dievakuasi. "Saat ini mereka sudah turun untuk  membersihkan rumah," kata Viktor.

Banjir bandang yang melanda kabupaten yang berbatasan dengan Timor Leste itu disebabkan hujan lebat yang turun selama berhari-hari akibat Siklon Seroja. Sebanyak empat orang tewas dan 23 desa tergenang, termasuk lahan pertanian warga.

Di Kabupaten Alor, korban tewas akibat banjir dan tanah longsor bertambah dari satu hari sebelumnya 17 orang menjadi 23 orang.

Plt Kepala Pelaksana (Kalak) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Alor, Kristina Beli mengatakan tambahan enam korban tewas merupakan korban hilang beberapa sebelumnya. "Saat ini masih 18 orang dalam pencarian dan 25 orang luka-luka sedang dirawat," ujarnua.

Dia mengatakan pencarian 18 korban tersebut masih terus dilakukan melibatkan warga, TNI dan Polri. (OL-15)

 

BERITA TERKAIT