07 April 2021, 14:58 WIB

3 Bulan Terakhir, 106 Bencana Tanah Longsor Terjadi di Temanggung


Tosiani | Nusantara

SEBANYAK 106 bencana tanah longsor terjadi di wilayah Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah, selama kurun waktu Januari hingga awal April 2021. Jumlah ini meningkat dibanding tahun 2020, di mana selama satu tahun terjadi 90 kali bencana tanah longsor.

Peningkatan frekuensi bencana tanah longsor ini, menurut Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Temanggung Dwi Sukarmei, lantaran intensitas hujan yang amat tinggi dalam tahun ini.

"Selama Januari hingga awal April ini memang terjadi peningkatan bencana alam yang cukup banyak, utamanya tanah longsor dan banjir," kata Dwi, Rabu (7/4).

Selain tanah longsor, pada kurun waktu yang sama juga terjadi bencana banjir di delapan titik lokasi. Pada periode yang sama tahun lalu, terjadi 90 kali bencana tanah longsor dan 6 kali banjir.

Baca juga: Cegah Covid, Gereja di Temanggung Batasi Jemaat Paskah

Intensitas hujan yang sangat tinggi akhir-akhir ini memang menjadi faktor utama terjadinya bencana. Faktor lainnya dipicu sistem drainase yang sudah tidak memuat volume air. Akibat air meluap, meski demikian banjir yang terjadi cepat surut.

Dwi menyebutkan nilai kerugian materiil akibat bencana hingga April ini mencapai Rp4.231.350.000. Kerugian materi paling banyak terjadi akibat tanah longsor mencapai lebih dari Rp3,8 miliar. Kerugian lainnya karena kebakaran yakni mencapai Rp309 juta dan kerugian akibat banjir sebesar Rp289 juta.

Terkait tingginya curah hujan dan kerawanan bencana alam, pihaknya telah membuat surat edaran kepada pemerintah kecamatan dan desa. Ia berharap masyarakat tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana alam yang mungkin masih bisa terjadi.(OL-5)
 

BERITA TERKAIT