06 April 2021, 17:35 WIB

Cuaca Ektrem Paksa Nelayan di Bengkulu Sepekan Tak Melaut


Marliansyah | Nusantara

RATUSAN orang nelayan yang tersebar ditujuh kabupaten/kota di Bengkulu, berhenti melaut akibat cuaca ekstrem di samudera Hindia dan perairan di Provinsi Bengkulu, selama sepekan terakhir.

Yakni di kabupaten/kota, Bengkulu,  yakni Mukomuko,  Bengkulu Utara,  Bengkulu Tengah, Kaur, Bengkulu Selatan, Seluma, dan Kota Bengkulu, merupakan perairan yang langsung berhadapan dengan Samudera Hindia.

Buyung, 39, nelayan di Desa Pondok Kelapa, Kecamatan Pondok Kelapa, Kabupaten Bengkulu Tengah, Bengkulu, mengatakan, kondisi cuaca yang tak menentu selama sepekan terakhir sebagian nelayan lebih baik menepikan perahunya.

"Sudah sepekan ini nelayan tidak melaut sedangkan sumber mata pencarian hidup sehari-hari nelayan hanya menangkap ikan dengan kondisi seperti ini maka penghasilan tidak ada hanya menganggur saja di rumah," imbuhnya.

Untuk sekali turun melaut, kata dia,  dibutuhkan biaya Rp150 ribu untuk BBM dan operasional. Sekali melaut para nelayan, membawa sebanyak tiga orang nelayan untuk membantu menjaring karena jaring ikan yang dibawa mencapai belasan jaring dengan cara diupah.

Jhon, 37, nelayan di Kelurahan Malabero, Kecamatan Teluk Segara, Kota Bengkulu, Bengkulu,  mengatakan, sudah sepekan terakhir berhenti melaut karena gelombang tinggi dan juga demi keselamatan.

"Nelayan sudah satu pelan terakhir tidak turun melaut mencari ikan akibat cuaca buruk dan gelombang  tinggi di samudera Hindia dapat membahayakan keselamatan," katanya.

Jika paksakan untuk melaut, kata dia, akan berpengaruh terhadap keselamatan dan dalam kondisi seperti ini nelayan jarang mendapatkan ikan.

Saat ini nelayan yang lain banyak yang menganggur dan sambil menunggu cuaca baik sebagian nelayan memperbaiki alat tangkap atau menjadi buruh bangunan.

Sementara itu, Stasiun BMKG Bengkulu, perkiraan cuaca hujan dan angin kencang saat ini akan berlangsung hingga minggu mendatang.

Saat ini BMKG telah mengimbau kepada nelayan dan masyarakat di Provinsi Bengkulu, agar selalu waspada dan terutama para nelayan untuk sementara tidak melaut. (OL-13)

Baca Juga: Nelayan Jarang Melaut, Harga Ikan Laut di Kota Palu Melambung

 

BERITA TERKAIT