06 April 2021, 16:57 WIB

Bupati Klaten Pantau Pelaksanaan Uji Coba PTM


Djoko Sardjono | Nusantara

UJI coba pembelajaran tatap muka (PTM) di Klaten, Jawa Tengah, Senin (5/4), diikuti empat sekolah negeri. Hari pertama pelaksanaan uji coba PTM dipantau oleh Bupati Sri Mulyani bersama Asiten I Ronny Roekmito dan Kepala Dinas Pendidikan Wardani Sugiyanto.

Sementara, empat sekolah di Klaten yang melaksanakan uji coba PTM, masing-masing SMKN 3, SMPN 2, SMAN 3, dan MAN 1. Dan, ada satu sekolah, yakni MTS gagal melaksanakan uji coba PTM karena salah satu guru di sekolah itu terkonfirmasi positif covid-19.

Saat memantau di SMKN 3 dan SMPN 2 Klaten, Bupati Sri Mulyani mengatakan bahwa pelaksanaan uji coba PTM sudah sesuai instruksi Gubernur Jateng. Protokol pencegahan covid-19 sudah diterapkan dengan baik. Pun, semua guru sudah divaksinasi covid-19.

"Alhamdulillah, pelaksanaan uji coba PTM di Klaten berjalan lancar dan aman, sesuai protokol kesehatan. Persiapannya pun cukup baik. Untuk uji coba PTM, 5-16 April 2021, Klaten harusnya lima sekolah. Tapi, MTS ditunda karena ada satu guru positif covid-19," jelasnya.

Menurut Sri Mulyani, peserta uji coba PTM ternyata lebih senang dengan belajar tatap muka. Alasannya, mereka bisa fokus belajar di sekolah. Kalau pembelajaran secara daring ada kejenuhan. Selain itu, dengan PTM setiap hari bisa bertemu teman sekolah.

Terkait pembelajaran secara daring yang, dilaksanakan selama pandemi covid-19, memang dirasakan sulit bagi siswa SMK. Karena, selain
pelajaran teori ada praktik. Sehingga, PTM  sangat penting bagi siswa sekolah kejuruan, seperti di SMKN 3 Klaten.

"Nah, apabila dari evaluasi pelaksanaan PTM tahap awal ini dinilai berhasil, tentu jumlah sekolah peserta uji coba PTM selanjutnya akan
ditambah lagi," kata Bupati Klaten.

Sementara itu, Kepala SMKN 3 Pramuaji kepada wartawan mengatakan uji coba PTM tahap awal ini dikuti 112 peserta dari 864 siswa. Adapun siswa yang tidak ikut PTM tetap belajar secara daring. Durasi uji coba PTM selama dua jam, dari pukul 07.30-09.30 WIB.

Dalam uji coba PTM, lanjut Pramuaji, guru-guru telah diminta untuk tidak terlalu tergesa-gesa memberikan sebuah materi. Tetapi, penekannya pada pembiasaan perilaku yang baik dan benar. Dan, setelah itu baru masuk pada materi pembelajaran sekolah.

Kemudian, peserta uji coba PTM di SMPN 2 Klaten sebanyak 76 siswa dari total 772 siswa. menurut Ismadi, Kepala SMPN 2, uji coba PTM ini harusnya diikuti 80 siswa. Tapi, ada empat siswa batal ikut karena tidak diizinkan orangtuanya. Alasannya, takut situasi pandemi saat ini.

"Dalam uji coba PTM, kami sudah mengikuti prosedur yang berlaku, yakni dengan menerapkan protokol kesehatan. Semua 44 guru dan 17 karyawan di sekolah ini sudah disuntik vaksin. Ketentuan lain, semua siswa peserta uji coba PTM diharuskan diantar dan dijemput orangtuanya," ujarnya.

Anggota Komite Sekolah SMPN 2 Klaten, Wening Swasono, menambahkan bahwa semua siswa yang ikut uji coba PTM diharuskan mendapat izin dari orangtua masing-masing. Jadi, hanya empat siswa yang tidak mendapat izin untuk ikut uji coba PTM, 5-16 April 2021. (OL-13)

Baca Juga: Bupati Taput Sidak PTM Pastikan Pelaksanaan Prokes

 

BERITA TERKAIT