06 April 2021, 15:46 WIB

Korban Meninggal Longsor dan Banjir di Alor 17 Orang


Palce Amalo | Nusantara

SEBANYAK 17 orang meninggal dan 24 hilang akibat musibah banjir, tanah longsor dan pohon tumbang di Kabupaten Alor, Nusa Tenggara Timur selama dua hari terakhir.

Selain itu, korban luka berat sebanyak 25 orang, 360 rumah penduduk mengalami rusak ringan dan berat, serta jembatan dan akses jalan terputus.

Asisten 1 Setda Alor Ferdi Lahal mengatakan musibah tanah longsor dan banjir merupakan dampak dari siklon Seroja.

"Ini masih data sementara karena akses transportasi dan komunikasi ke sejumlah desa yang dilanda bencana terputus. Kami masih menunggu laporan dari sana," kata Ferdi Lahal saat dihubungi lewat telepon, Selasa (6/4).

Baca juga:  Banjir Surut, Akses Jalan di Adonara Barat masih Terputus

Menurutnya ada enam kecamatan mengalami kerusakan terparah yakni Alor Timur Laut, Pantar Timur, Pantar Tengah, Alor Tengah Utara, Alor Selatan, dan Abangiwang. Tanah longsor dan banjir juga terjadi di Alor Tengah Utara dan Teluk Mutiara, namun belum ada laporan korban jiwa.

"Saat ini tim masih melakukan pencarian korban hilang," ujarnya.

Sementara itu, jaringan listrik yang sebelumnya padam, dilaporkan sudah kembali normal di wilayah perkotaan sejak Senin malam. Personel PLN setempat sudah memperbaiki jaringan listrik yang terputus akibat tiang listrik roboh tertimpa pohon tumbang. Sedangkan di desa-desa yang dilanda longsor, listrik belum menyala.(OL-5)
 

BERITA TERKAIT