06 April 2021, 08:31 WIB

Pemkab Sudah Evakuasi 72 Jenasah Korban Banjir Adonara


Palce Amalo | Nusantara

PEMERINTAH Kabupaten (Pemkab) Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), sudah mengevakuasi 72 jenasah korban banjir dan longsor di Pulau Adonara.

"Total yang sudah dievakuasi 72, lainnya masih dalam pencarian," kata Wakil Bupati Flores Timur Agustinus Payong Boli, Selasa (6/4) pagi.

Dengan demikian, sekitar 20-an orang lagi masih dalam pencarian. Jenasah yang ditemukan itu berasal dari tiga titik yaitu Desa Nelelamadika, Kecamatan Ile Boleng, Desa Oyang Barong. dan Waiwerang Adonara Timur.

Baca juga: Perantau dari NTT di Kota Sorong Buka Donasi Bencana

Untuk korban hilang di Oyang Barong sebanyak tiga dan Waiwerang sebanyak empat orang,

"Korban hilang itu terbawa banjir sejak empat hari lalu," ujarnya.

Menurut Agustinus, pencarian terhadap korban hilang masih berlangsung mengandalkan peralatan yang ada.

Agustinus mengatakan cuaca buruk juga menyebabkan abrasi di pantai sepanjang tujuh kilometer dan sepanjang 800 meter ke darat.

Di tempat terpisah, Penjabat Bupati Malaka Viktor Manek mengatakan total korban tewas banjir di daerah itu sebanyak empat orang.

"Satu orang tewas di lokasi banjir dan tiga orang tewas terbawa banjir dari arah pegunungan," ujarnya.

Korban tewas dan hilang akibat keganasan siklon Seroja dilaporkan terjadi di Alor dan Ende. Di Alor, 15 orang tewas akibat banjir dan longsor di beberapa kecamatan, sementara 28 orang masih dalam pencarian. Sedangkan di Ende dilaporkan beberapa korban tewas, namun belum ada pernyataan dari pejabat setempat. (OL-1)

BERITA TERKAIT