05 April 2021, 22:35 WIB

Pengungsi Korban Banjir Bandang di Adonara Belum Dapat Bantuan


Gabriel Langga. | Nusantara

PENGUNGSI korban banjir bandang di Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur mulai dari orang dewasa hingga balita masih tidur di lantai beralaskan terpal. Hal ini terlihat di posko pengusian Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Satu Flores Timur, Desa Lamahala Jaya, Kecamatan Adonara Timur.

Berdasarkan pantauan mediaindonesia, Selasa (5/4) di lokasi posko pengusian, terlihat sejumlah pengungsi mulai dari orang dewasa, balita serta lansia masih tidur di lantai yang beralaskan terpal. Hal ini dikarenakan mereka yang menempati posko tersebut sampai sekarang belum disentuh bantuan.

Relawan MAN Flores Timur, Siti Aminah mengatakan ada sekitar 178 orang yang menempati di posko ini seperti  balita 20 orang dan ibu hamil dua orang. Para pengungsi ini diurus oleh tiga relawan yakni relawan MAN, DKR Pramuka dan Komunitas Orang Indonesia.

Untuk tidur kata dia, para pengungsi masih tidur di lantai yang beralaskan terpal. Sedang kan untuk makan para pengungsi ini diantara masyarakat.

"Para pengungsi ini tidur beralaskan terpal. Terpal yang digunakan itu dari tenda jadi. Jadi sampai sekarang para pengungsi belum mendapatkan bantuan dari pemerintah. Jadi saat ini mereka tidur apa adanya, " papar dia.

Salah satu pengungsi, Erik saat ditemui mengaku meski tidur di lantai beralasan terpal dirinya merasa nyaman. " Yang penting kita rasa nyaman dan bisa tidur saja, " papar dia.

Ia menuturkan bahwa selama dua hari mengungsi, mereka diurus oleh relawan yang ada disini seperti makan minum dan perlengkapan lainnya seadanya. "Selama kami disini tidak ada kunjungan dari pemerintah. Kami di sini yang urus para relawan yang ada di tempat pengungsian ini," ungkap dia. (OL-13)

Baca Juga:Langkah Penyelamatan Korban Bencana Alam NTT Harus Dilakukan

BERITA TERKAIT