04 April 2021, 21:45 WIB

Rachmat Gobel Sarankan Patenkan Tenun Sumba


Mediaindonesia.com |

WAKIL Ketua DPR Rachmat Gobel bertekad untuk memajukan ekonomi Sumba. Ini karena Sumba memiliki banyak kekhasan dan potensi ekonomi.

Itu disampaikannya, Minggu (4/4), saat melakukan kunjungan kerja ke Pulau Sumba, Nusa Tenggara Timur. Hari pertama ia berkunjung ke Kabupaten Sumba Timur selanjutnya ke Sumba Barat Daya.

Di Sumba Timur, Gobel melakukan dialog di kediaman bupati dan perajin tenun ikat Sumba. Gobel didampingi anggota Komisi IV DPR Julie Laiskodat yang juga Ketua Dewan Kerajinan Daerah (Dekranasda)  NTT, anggota Komisi II DPR Jacky Uly, anggota Komisi III DPR Ratu Ngadu Bonu, dan Bupati Sumba Timur Khristofel A Praing.

Gobel mengatakan, Sumba bisa membangun pertanian, peternakan, perikanan, dan perkebunan. Sebagi contoh, katanya, Sumba memiliki tradisi beternak sapi. Selain itu Sumba juga memiliki potensi kain tenun ikat khas Sumba.

Saat berdialog dengan perajin di paguyuban Galeri Atmala Kanatang, Gobel mendengarkan aspirasi mereka yang terkena dampak pandemi maupun kesulitan permodalan dan pemasaran serta peniruan tenun ikat Sumba dengan kualitas rendah dan menggunakan mesin.

Tentang peniruan, Gobel mengajak untuk mempatenkan tenun ikat Sumba. "Tenun ikat Sumba lahir dari tradisi dan budaya warisan leluhur yang sangat khas. Kualitasnya tinggi dan nilai-nilainya yang kuat. Ini harus dipatenkan," katanya.

Selain itu, Gobel mengajak perajin untuk bersatu dalam wadah koperasi agar memudahkan pengadaan bahan baku benang dan pemasaran produk. "Selain itu hal tersebut bisa memudahkan permodalan serta bisa menjaga harga yang stabil," katanya.

Satu tenun ikat Sumba bisa dibuat dalam waktu 6 bulan hingga 1,5 tahun. "Tergantung motif dan warna," kata Ryan, ketua galeri. Tenun ikat Sumba yang termahal berwarna merah, sedangkan yang lebih murah yang berwarna biru.

Mereka masih menggunakan pewarna alami. Warna merah dibuat dari akar mengkudu, warna biru dari daun nila, dan warna kuning dari batang pohon idju. Dari tiga warna dasar inilah bisa dibuat warna hitam, misalnya. Untuk motif warna merah membutuhkan 12 kali pencelupan.

Butuh 130 langkah untuk membuat satu kain tenun ikat, mulai dari menggulung benang, menyusun benang, mengikat benang, mencelup benang, dan menenun. Pembuatan motif dengan mengikat lalu mencelup. Hal itu dilakukan berulang. Untuk motif, tenun Sumba ada 800 jenis, seperti rusa, udang, kakaktua, mahang, ular naga, dan bunga kapas. (RO/OL-14)

BERITA TERKAIT