03 April 2021, 16:15 WIB

Akibat Sungai Meluap, Ribuan Rumah di Pasuruan Terendam Banjir


Ferdian Ananda Majni | Nusantara

SEKITAR 2.970 rumah terendam banjir dengan Tinggi Muka Air (TMA) 50-80 cm di Pasuruan, Jawa Timur, sejak Jumat (2/4) sore. Hal diakibatkan meluapnya tiga sungai, yakni Sungai Wrati, Sungai Patuk dan Sungai Kedung Larangan, setelah sebelumnya terjadi hujan deras.

Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Raditya Jati mengungkapkan dari laporan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pasuruan, banjir berdampak pada 11.880 jiwa.

"Mereka tinggal di tiga wilayah kecamatan. Sebanyak 65 jiwa terpaksa mengungsi di rumah ibadah dan gedung sekolah atas peristiwa tersebut," ujar Raditya dalam keterangan resmi, Sabtu (3/4).

Baca juga: BMKG Deteksi Dua Bibit Siklon Tropis, Ini Dampak bagi Indonesia

Adapun wilayah yang terdampak meliputi Desa Gempol, Jalan Raya Gempol (Viaduk) dan Desa Ngasem di Kecamatan Gempol. Kemudian, Desa Kedung Ringin, Desa Pagak dan Desa Cangkring Malang di Kecamatan Beji. Selanjutnya, Desa Kalianyar, Desa Tambakan dan Desa Kalirejo di Kecamatan Bangil.

Menurut laporan per Sabtu (3/4), banjir berangsur-angsur surut dan pengungsi telah kembali ke rumah masing-masing. "Adapun genangan air dengan TMA 20-50 cm masih terpantau di beberapa titik. Total rumah yang masih terendam meliputi 1.350 unit di Kecamatan Beji dan 700 unit di Kecamatan Gempol," imbuh Raditya.

Baca juga: Trauma Bandang Kian Berkepanjangan

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) telah mengeluarkan informasi peringatan cuaca terkait adanya dua bibit Siklon Tropis 90S dan 99S, yang cenderung menguat dalam 24 jam ke depan, dengan pergerakan menjauhi wilayah Indonesia.

Kendati diperkirakan semakin menjauhi, secara tidak langsung keberadaan bibit siklon dapat berpotensi memicu cuaca ekstrem berupa hujan lebat-sangat lebat, angin kencang dan gelombang tinggi, dalam periode sepekan mendatang di sebagian wilayah Indonesia.(OL-11)

BERITA TERKAIT