01 April 2021, 13:10 WIB

Jalan Nasional Marabahan - Margasari Rusak Parah


Denny Susanto | Nusantara

KERUSAKAN infrastruktur jalan dan jembatan akibat bencana banjir besar beberapa waktu lalu di Provinsi Kalimantan Selatan hingga kini belum tertanggulangi. Ruas jalan nasional Marabahan - Margasari sepanjang 79 kilometer rusak parah.

Pantauan Media, salah satu ruas jalan yang mengalami kerusakan akibat banjir adalah ruas jalan Marabahan - Margasari yang menghubungkan Kabupaten Barito Kuala menuju Kabupaten Tapin. Jalur alternatif trans Kalimantan ini mengalami kerusakan pada puluhan titik dengan total panjang hingga puluhan kilometer, khususnya pada ruas jalan yang belum beraspal.

Kerusakan jalan terparah terjadi di Desa Margasari Hilir dan Candi Laras Selatan Kabupaten Tapin. Struktur jalan yang masih berupa tanah tersebut mengalami kerusakan parah sehingga sulit dilintasi kendaraan.

"Sudah ada perbaikan pengurukan tanah oleh perusahaan sekitar dan pemerintah tetapi kerusakan jalan belum teratasi. Jalan di wilayah ini pada saat banjir kemarin terputus," tutur Rahman, 43 warga Desa Margasari Hilir.

Kondisi cuaca buruk berupa hujan membuat kerusakan semakin parah. Rahman bersama warga desa ikut memandu agar pengguna jalan dapat melintas di jalan yang rusak. Warga juga meminta sumbangan bagi pengguna jalan terutama angkutan barang yang melintas.

Ruas jalan Marabahan-Margasari menjadi jalur utama distribusi barang kebutuhan pokok bagi angkutan berat, setelah jalur trans Kalimantan poros tengah di Kabupaten Banjar terputus dan hingga kini perbaikan jembatan Astambul di Desa Banua Anyar masih dilakukan. Transportasi di wilayah ini menerapkan sistem buka tutup sehingga antrian panjang tidak dapat dihindari.

Sistem buka tutup jalan juga diberlakukan pada ruas jalan menuju Marabahan di Desa Rantau Badauh, Kabupaten Barito Kuala yang mengalami kerusakan akibat banjir. Demikian juga ruas jalan trans Kalimantan di wilayah Kabupaten Tanah Laut yang sempat terputus.

Penjabat Gubernur Kalsel,  Safrizal ZA beberapa waktu lalu meninjau kondisi ruas jalan trans Kalimantan dan pembangunan kembali jembatan Sungai Salim, Astambul yang rusak pascabencana banjir. Pemprov Kalsel menargetkan percepatan perbaikan Trans Kalimantan dan jembatan yang rusak pascabencana banjir guna menghadapi Ramadan dan Idul Fitri 1442 H.

Berdasarkan data BPBD Kalsel, kerusakan infrastruktur jalan akibat bencana banjir mencapai 1.693 kilometer dan 128 buah jembatan. (OL-13)

Baca Juga: Penanganan Setelah Banjir di Kalsel akan Terintegrasi

BERITA TERKAIT