25 March 2021, 14:42 WIB

Sulawesi Selatan Ingin Optimalkan Produksi Garam Lokal


 Lina Herlina |

KEMETERIAN Kelautan dan Perikanan (KKP) pada 2015, mendudukkan Kabupaten Jeneponto, Sulawesi Selatan menduduki peringkat 14 sebagai daerah produsen garam terbesar di nusantara. Pengembangan industri garam di kawasan itu memanfaatkan lahan seluas 10.000 hektare.

Pada 2021 ini, Pemerintah Provinsi Sulsel ingin kembali mendorong optimalisasi produk garam lokal, khususnya Kabupaten Jeneponto, karena tercatat sebagai sentra petani garam tradisional atau garam rakyat di Indonesia.

Bahkan menurut Pelaksana tugas (Plt) Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman menjelaskan, di Jeneponto terdapat empat kecamatan yang menjadi sentra pembuatan garam yaitu, Kecamatan Bangkala, Bangkala Barat, Arungkeke, dan Tamalatea.

"Di Jeneponto, garam merupakan salah satu produk lokal dari Sulsel yang perlu kita kembangkan. Ini juga sebagai bentuk dukungan kepada usaha lokal. Jadi, mariki nganre ce'la (ayo konsumsi garam) Jeneponto," tukas Andi Sudirman Sulaiman,

Karena lanjutnya, proses pembuatan garam di daerah Sulsel bagian selatan itu sendiri terbilang masih sangat tradisional. Mulai dari pengolahan, alat yang digunakan, hingga mengandalkan bantuan sinar matahari.

"Saya ingin mengajak seluruh masyarakat untuk mengoptimalkan penggunaan garam Jeneponto. Garam Jeneponto kearifan lokal untuk dicintai," lanjut Andi Sudirman.

Harapannya, seluruh pemerintah kabupaten/kota di Sulsel turut mendukung penggunaan garam olahan Jeneponto, dan daerah lain yang memproduksi garam rakyat, agar bisa digunakan di dapur masyarakat luas, termasuk di restoran serta UMKM di bidang kuliner.

Pemprov Sulsel sendiri juga tengah mendorong Jeneponto menjadi pusat industri garam nasional. Salah satu upaya yang dilakukan yakni dengan memberikan bantuan keuangan daerah kepada petani garam melalui perusahaan daerah di wilayah tersebut.

Untuk itu, Plt Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Sulsel Hary Rustam menambahkan, jika untuk mendukung produksi garam rakyat itu, akan ada intervensi daru APBD, melalui Dana Alokasi Khusus (DAK), dengan membangun gudang garam dengan kapasitas di bawah 100 ton.

Meski demikian, menurutnya produksi garam di Sulsel sendiri yang berasal dari lima kabupaten disebut masih bisa menutup kebutuhan garap di Sulsel hanya saja susah bersaing dengan garam impor.

"Tahun lalu, 2020, produksi garam rakyat di Sulsel sebesar 31.864,6 ton, terdiri dari Jeneponto 16.770,4 ton, Takalar 2.007,7 ton, Pangkep 13.040,4 ton, Kepulauan Selayar 43,1 ton, dan Maros 3 ton," sebut Hary tanpa menyebut target produksi garam dan kebutuhan graam Sulsel 2021 ini. (LN/OL-09)

BERITA TERKAIT