24 March 2021, 20:40 WIB

Wali Kota Pematangsiar Ingatkan MTQ Bukan Seremonial


Apul Iskandar |

AJANG Musabaqoh Tilawatil Quran (MTQ) bukan acara seremonial belaka. Namun, sebagai penguatan iman dan nilai agama sebagai perekat kebangsaan.

Demikian diingatkan Wali Kota Pematangsianta Hefriansyah saat membuka MTQ Nasional ke-53 Tingkat Kota Pematangsiantar dan Gebyar Lintas Budaya Festival Seni Qasidah Islam Tingkat Kota Pematangsiantar Tahun 2021, di Lapangan  Adam Malik, Rabu (24/3).

"Sekaligus sebagai momentum penguatan syiar Islam sebagai rahmatan lil 'aalamiin, serta  memupuk dan menjadi perekat antar umat beragama di
Indonesia, khususnya di Kota Pematangsiantar", kata Hefriansyah

Hefriansyah menyampaikan apresiasi kepada seluruh unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kota Pematangsiantar yang telah memberikan dukungan sehingga kegiatan ini dapat terlaksana.

"Kami juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh panitia yang telah berusaha maksimal menyelenggarakan kegiatan ini. Semoga jerih payah Saudara-saudara menjadi amal ibadah dan diganjar pahala oleh Allah SWT," katanya.

Menurut Hefriansyah, MTQ merupakan  program nasional yang setiap tahun diselenggarakan di seluruh level pemerintahan. Mulai tingkat desa/kelurahan, kecamatan, kabupaten/kota, provinsi, nasional, bahkan hingga ke tingkat internasional.

"MTQ adalah wahana pemersatu umat, yang merupakan bagian dari pengenalan dan syiar Islam yang harus disampaikan melalui lantunan ayat-ayat suci Alquran. Sehingga umat Islam yang mendengarkan lantunan bait per bait Alquran akan semakin tergugah dan terbuka hatinya mempelajari Alquran. Kegiatan MTQ ini juga harus bisa menjadi barometer untuk mengukur sudah sejauh mana kita mampu membaca dan mengamalkan nilai-nilai yang terkandung dalam Alquran di kehidupan kita sehari-hari," paparnya.

Hefriansyah mengungkapkan Kota Pematangsiantar akan dipercaya menjadi tuan rumah MTQ Nasional Tingkat Provinsi Sumatera Utara (Sumut) tahun 2022.
Karenanya, ia mengajak  seluruh pegiat Alquran, khususnya Lembaga Pengembangan Tilawatil Quran (LPTQ) serta Ikatan Persaudaraan Qori-Qoriah dan Hafizh-Hafizhah (IPQOH) Kota Pematangsiantar, menjadikan MTQ sebagai ajang untuk mencari bibit-bibit potensial di bidang baca tulis Alquran.

Sementara itu, Ketua DPRD Kota Pematangsiantar Timbul Marganda Lingga mengatakan kegiatan MTQ memiliki arti yang sangat penting. Selain untuk
memotivasi umat agar lebih mencintai Alquran, juga dapat menjaga suasana yang religius di Kota Pematangsiantar.

"Kegiatan MTQ harus mampu membumikan Alquran. Sehingga nilai-nilai yang terkandung dapat dipahami dan dilaksanakan dalam kehidupan sehari-hari.
Kami DPRD sangat mengapresiasi Pemerintah Kota Pematangsiantar yang selalu aktif melaksanakan kegiatan-kegiatan hari besar keagamaan, sehingga
tercipta suasana masyarakat yang harmonis dan religius di Kota Pematangsiantar," ucapnya.

Sedangkan Ketua LPTQ Kota Pematangsiantar Zainal Siahaan  menyebutkan MTQ di samping sebagai ajang kontestasi seni baca tulis dan hafalan kitab suci
Alquran, juga memiliki tujuan mulia yang belum banyak dipahami masyarakat. Tujuan tersebut yakni memelihara kesucian Alquran dan mengembangkan Syiar
Islam. Serta dapat membawa manfaat demi kemaslahatan umat dalam mengaktualisasikan nilai-nilai dasar Islam secara damai di tengah
masyarakat.

"MTQ Nasional ke-53 Tingkat Kota Pematangsiantar Tahun 2021 bertema "Dengan Semangat MTQ Kita Implementasikan Nilai-nilai Alquran dalam
Memperkuat Iman dan Imunitas dalam Mewujudkan Masyarakat yang Religius dan Sehat. Untuk itu mari kita vaksin diri kita dengan selalu membaca Alquran.
Juga mari kita masker mulut kita dengan banyak berzikir kepada Allah, dan kita cuci tangan kita dengan rajin bersedekah, serta menjaga dan menjauhi
kemaksiatan," ajaknya. (OL-13)

Baca Juga: Kalsel Jadi Tuan Rumah MTQ Nasional 2022

BERITA TERKAIT