24 March 2021, 07:48 WIB

Gobel akan Tanam Padi Non-Subsidi 50 Ribu Ha


Mediaindonesia.com |

WAKIL Ketua DPR RI Rachmat Gobel menginisiasi pertanian padi tanpa subsidi di Gorontalo. 

"Kita akan wujudkan bersama-sama untuk luas tanam 50 ribu hektare," kata Rachmat Gobel saat memberikan sambutan di hadapan para petani di Kecamatan Dungaliyo, Kabupaten Gorontalo, Selasa (23/3). 

Dalam acara itu Gobel menyaksikan penandatanganan kerja sama antara Koperasi Jaya Usaha Bersama dengan para pihak yang akan mendukung program tersebut, yaitu PT Pupuk Indonesia, Petrokimia Gresik, Asuransi Jasindo, Pupuk Kaltim, Japfa Comfeed, Bank BNI, dan Bank Mandiri. Hadir juga Sekretaris Ditjen Prasarana dan Sarana Pertanian Kementerian Pertanian, Gunawan.

Politisi Partai NasDem telah melakukan uji coba pertanian tanpa pupuk subsidi. Hasilnya jauh lebih produktif daripada pertanian dengan pupuk subsidi. Karena itu, ia akan memperluas areal tanamnya hingga mencapai 50 ribu hektare. Gobel bertindak sebagai fasilitator, sedangkan pelakunya adalah para petani itu sendiri dengan bergabung ke dalam wadah koperasi. 

"Koperasi yang memfasilitasi penyediaan pupuk, bibit, sarana pertanian, dan juga menyerap hasil panennya," katanya.

Untuk tahap pertama ia telah menghibahkan dana pribadinya sebesar Rp500 juta untuk koperasi. Pada tahun kedua ini ia akan menghibahkan lagi sebesar Rp500 juta lagi, dan begitu seterusnya selama lima tahun. 

"Sehingga nanti totalnya menjadi Rp2,5 miliar. Semuanya saya hibahkan dan menjadi milik petani," terang Gohel. 

Sedangkan pihak bank akan menjadi kreditor, pabrik pupuk menyediakan kebutuhan pupuk nonsubsidi, dan pihak asuransi sebagai penjaminnya. Sedangkan pelibatan Japfa adalah jika petani menanam jagung maka Japfa siap membelinya. Japfa adalah perusahaan pakan ternak yang membutuhkan pasokan jagung.

"Ke depannya kita akan membangun pertanian sebagai sebuah industri modern dengan menyediakan mesin pengering dan penggilingan padi. Kita bangun sistem yang terintegrasi. Ini namanya membangun ekosistem yang diorkestrasikan," lanjutnya. 

Melalui alat pengering dan penggilingan modern, kata Gobel, bisa meningkatkan produktivitas hingga 30 persen. Hal itu terjadi karena faktor mencegah kerusakan dan kehilangan akibat penanganan pasca panen yang masih tradisional. Dalam sambutannya, Senior Project Manager Agro Solution dari PT Pupuk Indonesia, Supriyoto, mengatakan, pertanian padi dengan pupuk nonsubsidi terbukti lebih menguntungkan petani. 

"Per hektare bisa menghasilkan 10 ton, sedangkan dengan pupuk subsidi hanya sekitar 5 ton per hektare,"  kata Supriyoto. 

Dengan pupuk nonsubsidi, katanya, produktivitas pertanian padi bisa naik hingga 60 persen dan untuk pertanian jagung bisa naik hingga 90 persen. Memang harga pupuk subsidi lebih murah yaitu Rp 2.300 per kg, sedangkan harga pupuk nonsubsidi adalah Rp8.500 per kg. Per hektare butuh sekitar 300 kg pupuk. Namun hasilnya jauh lebih banyak dengan pupuk nonsubsidi. 

"Apalagi dengan dukungan semua pihak maka petani lebih fokus untuk bercocok tanam saja," katanya.

baca juga: Bulog Sumsel Serap 12 Ribu Ton Beras Petani

Pada kesempatan itu Gunawan menyampaikan Kementerian Pertanian sangat mendukung program ini. "Kami siap mendukung sarana dan prasarananya. Kepedulian Bapak Rachmat Gobel sangat luar biasa," kata Sekretaris Dirjen tersebut.

Selain di Gorontalo, Rachmat Gobel juga melakukan program yang sama di Nusa Tenggara Timur. 

"Dua provinsi ini sama-sama sebagai provinsi yang miskin. Karena itu kita harus bersama-sama membangun keduanya. Pertanian adalah tulang punggung bangsa. Selain menyediakan pangan, juga menyerap tenaga kerja yang besar serta paling tahan terhadap guncangan ekonomi," pungkas Gobel. (OL-3)

BERITA TERKAIT