24 March 2021, 06:58 WIB

UMKM Lurik di Klaten Terkenal Sampai India dan Thailand


Djoko Sardjono | Nusantara

AJAKAN Presiden Joko Widodo untuk cinta produk sendiri dan benci produk luar negeri disambut positif oleh Rahayu Retnaningsih, salah satu pelaku UMKM lurik ATBM (alat tenun bukan mesin) di Klaten. Saat ditemui mediaindonesia.com di rumahnya, Dukuh Nglebak, Desa  Krakitan, Kecamatan Bayat, Klaten, Selasa (23/3), Rahayu mengatakan ajakan Presiden Jokowi aku cinta produk dalam negeri patut diapresiasi.

"Saya sangat mengapresiasi kampanye Presiden Jokowi untuk cinta produk sendiri. Karena, dengan penggunaan produk dalam negeri, misal lurik ATBM, dapat mengangkat budaya wastra Indonesia," imbuhnya.

Pidato Presiden Jokowi beberapa waktu lalu yang mengajak masyarakat untuk cinta produk sendiri dan benci produk luar negeri, adalah relevan karena Indonesia selama ini menjadi pasar empuh produk asing.

"Memang, Indonesia menjadi pasar produk asing dan belum menjadi tuan di negeri sendiri. Hal ini yang mempengaruhi pemasaran dan penjualan produk dalam negeri termasuk UMKM lurik ATBM," kata Rahayu.

Sejatinya produk lokal jika disandingkan dengan produk luar negeri tidak kalah. Karena itu, untuk dapat mewujudkan program aku cinta produk sendiri, pelaku UMKM perlu didorong terutama dalam pemasaran.

Menurut Rahayu, produk lurik ATBM miliknya yang berlabel Ratu Lurik, kini telah masuk pasar di seluruh Indonesia. Bahkan, produk lurik UMKM Bhayangkari ini sudah menembus pasar ekspor di India dan Thailand.

Produk lurik ATBM Klaten merupakan warisan budaya bangsa. Dan, produk lurik kini menjadi salah satu dari tujuh produk unggulan di Klaten. Maka, produk warisan bangsa ini perlu dilestarikan dan dikembangkan.

baca juga: Pariwisata Yogyakarta Tekankan Prokes Berbasis CHSE

Terlebih, lanjut Rahayu, produk lurik ATBM yang merupakan kearifan lokal itu mulai digemari pelanggan dalam negeri dan asing. Tetapi, pasar lurik tradisional ini juga tak luput dari dampak pandemi covid-19. Sebagai bentuk apresiasi dan dukungan aku cinta produk sendiri dan benci produk luar negeri, Rahayu yang akrab dipanggil Ayu itu kini mendesain lurik premiun yang akan dipersembahkan kepada Presiden Jokowi.

"Semua pakaian pria maupun wanita, termasuk tas, sandal, sepatu, dan topi berbahan lurik yang dipajang di toko Ratu Lurik Klaten dan Yogyakarta saya desain sendiri," kata anggota Bhayangkari Polres Klaten itu.

Ratu Lurik merupakan salah satu dari 350 UMKM Bhayangkari di Indonesia. Bahkan, masuk 10 unggulan UMKM Bhayangkari. Saat ini, Ratu Lurik mengoperasikan 10 unit ATBM dengan didukung 13 tenaga kerja. (OL-3)

BERITA TERKAIT