23 March 2021, 22:44 WIB

Optimalisasi Serapan hasil Panen Padi Bulog Gandeng TNI


Adi Kristiadi | Nusantara

PERUM Bulog cabang Ciamis menggandeg TNI melakukan serapan gabah kering panen (GKP) dan gabah kering giling (GKG) untuk mencapai target pengadaan beras dalam negeri 1,5 juta ton

Wakil Kepala Perum Bulog Cabang Ciamis, Meirizal Sudyadi mengatakan, serapan gabah di setiap petani di Kabupaten Ciamis, Garut, Tasikmalaya, Pangandaran, Banjar dan Kota Tasikmalaya, hingga saat ini sudah menyerap 335 ton. Pembelian gabah tersebut akan terus dilakukan dibantu dari unsur TNI, Dinas Pertanian, Penyuluh Pertanian Lapangan dan Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan).

"Serapan gabah akan dilakukan pada musim panen di Maret dan April untuk menstabilkan harga di pasaran, termasuk meningkatkan kesejahteraan petani supaya mereka tidak lagi masuk pada isu impor. Serapan ini juga untuk menjaga harga panen raya agar memenuhi cadangan beras pemerintah, dan peraturan pembelian gabah juga akan tetap disesuaikan dengan aturan Permendag," katanya, Selasa (23/3/2021).

Ia mengatakan, serapan gabah di tingkat para petani di wilayahnya sesuai harga yang ditetapkan pemerintah. Seperti, GKP Rp4.200 per kg dan GKG Rp5.300 per kg serta beras Rp 8.300 per kg.

"Kami akan terus berkoordinasi dengan Dinas Pertanian, TNI dan PPL untuk menyerap gabah di petani semaksimal mungkin," ujarnya.

Sementara itu, salah seorang pedagang beras pasar Cikurubuk, Nandang, 55, mengatakan, harga gabah di tingkat petani memang mengalami penurunan tapi kondisi tersebut akan kembali normal seperti biasa. Penurunan harga ini disebabkan pada Maret sebagian lahannya sudah panen dan penjualan bersaing antara Bulog, tengkulak dan penggilingan.(OL-13)

Baca Juga: Di Gudang Bulog Brebes dan Tegal Masih ada 2.000 Ton Beras Impor

BERITA TERKAIT