21 March 2021, 09:38 WIB

Bulog Sulselbar Target Serap Gabah 303 Ribu Ton


Lina Herlina | Nusantara

BADAN Urusan Logistik Regional Sulawesi Selatan dan Barat menargetkan menyerap 303 ribu ton gabah kering panen (GKP) dari seluruh kabupaten sentra penghasil beras, khususnya di Sulsel. Termasuk di Maros dan Barru yang menjadi lokasi panen raya yang dihadiri Menteri Pertanian RI Syahrul Yasin Limpo.

Kepala Divisi Regional Bulog Sulselbar Eko Pranoto mengatakan pihaknya sudah berkomitmen mewujudkan sinergitas Bulog dan Komando Strategi Penggilingan (Kostraling) Kementan dalam melakukan penyerapan gabah panen sesuai target awal sebesar 303 ribu ton. Adapun luas panen padi Sulsel Maret mencapai 125 ribu hektare dan April 2021 mencapai 231 ribu hektare atau hampir dua kali lipat dari panen Maret.

"Sejak Sabtu (20/3) kami bersama dengan mitra-mitra di berbagai daerah kabupaten di Sulawesi Selatan terus bergerak melakukan penyerapan. Mudah-mudahan mencapai target 303 ribu ton. Dan yang terserap sementara baru 31 ribu ton," ungkap Eko, Minggu (21/3).

Karenanya Menteri Pertanian RI, Syahrul Yasin Limpo, memastikan kesiapan pangan, khusunya dalam rangkaian panen di seluruh Indonesia. Yang mulai memasuki akhir Maret menuju April di semua daerah. Dan memulai Gerakan Serap Gabah (GSG) petani untuk stabilisasi harga.

Syahrul pun mengapresiasi Bulog yang sudah menandatangani komitmen bersama melakukan penyerapan gabah bersama Kostraling. 

"Kita berharap apa yang dilakukan di sini dengan kerjasama yang baik itu. Tentu saja semua dinamika-dinamika kalau kita panen, biasalah ada dinamika harga, bisa kita minimalisasi pada standard HPP (Harga Pembelian Pemerintah) yang ada," harapnya.

Menurut mantan Gubernur Sulsel ini, biasanya jika sudah panen, selalu ada persolan di harga. 

"Tapi jika Bulog, petani dan stakeholder terkait bergerak, harga bisa bagus. Kan sudah jelas bahwa perintah Tuhan saja mengatakan seorang pemimpin dititipkan agar tidak ada rakyatnya yang kelaparan. Karena itu pertanian menjadi solusi, sebab pertanian tidak mengenal virus dan krisis akibat pandemi covid-19. Dan yang penting perut 270 juta jiwa terisi dengan baik," urainya.

Sesuai Peraturan Kemeterian Perdagangan Nomor 24 Tahun 2020 tentang HPP pembelian gabah/beras oleh Perum Bulog mulai berlaku 19 Maret 2020, harga gabah kering panen (GKP) tingkat petani dengan kadar air 25 persen Rp4.200 per kg, GKP kadar air 25 persen tingkat penggilingan Rp4.250 per kg, gabah kering giling (GKG) kadar air 14 persen tingkat penggilingan Rp5.250 per kg, GKG kadar air 14 persen di gudang Bulog Rp5.300 per kg dan harga beras kadar air 14 persen sebesar Rp8.300 per kg.

Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Sulsel Andi Andin Tjatjo menjelaskan jika padi yang dipanen di Desa Je’netaesa, Maros adalah varietas Inpari 42 dan Mekongga dengan produktivitas 8 ton gabah kering panen (GKP) per hektare dan telah menerapkan indeks pertanaman (IP) 300 atau tiga kali panen dalam satu tahun. Untuk per tanaman Oktober-Maret hasilkan panen khususnya di Maros diperkirakan di atas 6-7 ton per hektare. 

"Pada posisi Maret ini untuk Sulsel itu 21.950 hektare yang sudah terpanen. Realisasi luas panen di Maros sendiri sudah 10.000 hektare untuk padi. Yang di panen di Desa Jene'taesa ini sebanyak 1.000 hektare. Secara detail luas panen di Maros hingga Maret 2021 sebanyak 10.848 ha. Pada 2020 lalu surplus hingga 113.496 ton," jelas Ardi

Direktur Jenderal Tanaman Pangan, Suwandi menambahkan harga gabah kering panen di Maros saat ini di atas HPP yaitu Rp4.500 per kilogram. 

"Secara keseluruh petani mendapatkan keuntungan pada musim panen ini, dimana biaya biaya produksi Rp7,5 juta per hektare dan pendapatan Rp30 juta per hektare sehingga keuntunganya Rp22,5 juta per hektare," tambahnya.

Suwandi mengungkapkan serap gabah di Kabupaten Maros dipastikan berjalan maksimal. Sebab terdapat 11 Kostraling atau Penggilingan yang masif menyerap gabah petani. Kapasitas gilingnya mencapai 8 hingga 16 ton/hari yang dilengkapi mesin pengering (dryer) dan gudang yang memadai.

"Stok beras di Kostraling Maros hingga Maret 2021 ini telah mencapai 1.800 ton dan sudah mendapat fasilitas KUR. Kementan optimal melakukan upaya-upaya penanganan panen dan pasca panen untuk menjaga agar harga gabah/beras petani menguntungkan serta melakukan juga percepatan tanam Musim Tanam-II," lanjut Suwandi.

Di Kabupaten Barru, Suwandi menambahkan serap gabah di Kabupaten Barru juga dipastikan berjalan maksimal. Pasalnya di Barry juga sudah berjalan Kostraling, misalnya Kostraling kapasitas 10 ton perhari dikelola Gabungan Kelompok Tani Maccolliloloe, Desa Siddo, Kecamatan Soppeng Riaja.

baca juga: Mentan Optimalkan Serap Gabah di Sentra Produksi Sulawesi Selatan

Sementara itu, Bupati Barru Suardi Saleh menyampaikan produktivitas padi di Siddo naik menjadi 8 ton per hektare yang sebelumnya hanya 6,11 ton pada 2020 lalu,bdengan indek pertanaman tiga kali setahun. 

"Dan alhamdulillah harga saat ini masih bagus yakni Rp4.500 hingga Rp5.600 per kilogram. Dengan adanya gerakam sergap ini, benar-benar menjaga harga," sebutnya.

Luas tanam padi 2020 di Kabupaten Barru 18.718 hektare, melibatkan 731 kelompok tani dan 18.275 petani. Adapun di tahun 2020, produksi beras 2020 sebesr 75.789 ton dengan angka konsumsi berasnya 20.054 ton. (OL-3)

BERITA TERKAIT