18 March 2021, 15:40 WIB

UMKM Balikpapan Ekspor 7 Ton Kepiting Ke Tiongkok


Insi Nantika Jelita | Nusantara

KEMENTERIAN Kelauatan dan Perikanan (KKP) melaporkan sebanyak 7 ton kepiting bakau asal Balikpapan, Kalimantan Timur, senilai US$78.349 berhasil menembus pasar Tiongkok.

Capaian ini tergolong istimewa karena dilakukan unit usaha pembudidaya ikan (UUPI) yang baru melakukan ekspor pertama kali, yakni CV Tiga A.

"Setelah kita melakukan pendampingan ke UPI, kemudian mendapatkan sertifikat Hazard Analysis Critical Control Point dalam rangka memenuhi persyaratan negara tujuan ekspor," ujar Kepala Balai KIPM Balikpapan Eko Sulystianto dalam keterangan resmi, Kamis (18/3).

Sebelumnya, CV Tiga A berhasil mengantongi sertifikat Cara Karantina Ikan yang Baik (CKIB) dari Balai KIPM Balikpapan. Ekspor produk kelautan ke Negeri Tirai Bambu juga didukung pemerintah daerah.

Baca juga: Ini Strategi Kemendag untuk Dongkrak Kinerja Ekspor

"Pengusaha lokal yang semula hanya melakukan kegiatan pengiriman ikan dan produk perikanan lokal, sekarang ekspor langsung atau direct call dari Balikpapan. Mereka bahkan mampu bersaing," imbuh Eko.

Adapun sejumlah manfaat direct call dari Balikpapan ke Tiongkok, yakni dari aspek biaya dan kemudahan administrasi. "Terdapat selisih biaya operasional yang mencapai Rp20 ribu per kilogram. Lalu, kepastian slot kargo dengan direct call," paparnya.

Ke depan, frekuensi ekspor kepiting dari Balikpapan ke Tiongkok akan meningkat jadi 4-5 kali dalam seminggu. Itu dengan volume ekspor mencapai 6-7 ton per hari.(OL-11)

 

BERITA TERKAIT