15 March 2021, 20:41 WIB

Harga Cabai Rawit Merah di Jawa Tengah masih Tinggi


Akhmad Safuan |

HARGA cabai rawit merah di Jawa Tengah masih bertahan tinggi sekitar Rp110 ribu-Rp120 ribu per kilogram. Warga dan pedagang makanan semakin kelimpungan dan mengharapkan ada operasi pasar.

Harga cabai rawit merah dengan sebutan lombok setan karena rasanya yang sangat pedas masih bertahan tinggi di tingkat petani maupun pedagang di pasar tradisional, Senin (15/3). Harganya bertahan pada Rp100 ribu-Rp120 ribu per kilogram.

Tingginya harga cabai rawit merah menjadikan sebagian warga penggemar rasa pedas dan pedagang makanan (warung/restoran) kelimpungan karena harus mengubah jenis cabai dengan harga lebih rendah. Ini mengakibatkan menurunnya omzet pendapatan akibat berkurangnya pembeli.

Di sentra pertanian cabai di pantura Jateng seperti Pemalang, Demak, Pati, Grobogan, Blora, dan Kabupaten Semarang, panen cabai rawit merah sangat sedikit. Ini karena petani sebelumnya enggan menanam akibatnya harga cukup tinggi berkisar Rp95 ribu-105 ribu per kilogram.

Berkurangnya stok cabai rawit merah tersebut tampak di beberapa pasar tradisional seperti Pasar Taman (Pemalang), Pasar Wiradesa (Pekalongan), Pasar Batang, Pasar Weleri dan Cepiring (Kendal), Pasar Johar dan Peterongan (Semarang), Pasar Projo (Ambarawa), Pasar Pagi (Salatiga), dan Pasar Buntoro (Demak). Harga cabai bertahan di Rp100 ribu-Rp120 ribu per kilogram selama sepekan ini.

"Kami tidak bisa menurunkan harga cabai rawit merah karena harga di petani juga sudah tinggi," kata Sumiati, 49, pedagang bumbu dapur di Pasar Projo Ambarawa, Kabupaten Semarang.

Hal serupa juga diungkapkan Supartiningsih, 65, distributor cabai di Pasar Johar, Kota Semarang. "Saya biasanya bisa mendatangkan minimal satu truk (8 ton) per hari tapi sekarang sering kosong," imbuhnya.

Berbeda dengan cabai jenis lain, lanjut Supartiningsih, seperti cabai hijau, cabai merah besar, cabai keriting, dan cabai rawit biasa, harga tetap bertahan Rp40 ribu-Rp65 ribu per kilogram. "Biasanya pemerintah segera operasi pasar untuk menekan harga ini," pungkasnya. (OL-14)

BERITA TERKAIT