12 March 2021, 10:45 WIB

Banjir Surut, Giliran Rob Rendam Warga Dukuh Simonet Pekalongan


Akhmad Safuan | Nusantara

BANJIR di Pekalongan sudah surut dan pengungsi sudah kembali ke rumah masing-masing. Akan tetapi banjir air laut pasang (rob) masih melanda Dukuh Simonet, Desa Semut, Kecamatan Wonokerto, Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah.

Ratusan warga Dukuh Simonet, Desa Semut, Kecamatan Wonokerto, Kabupaten Pekalongan masih harus berjibaku dengan banjir, Jumat (12/3). Di wilayah lain banjir sudah surut dan ribuan pengungsi sudah pulang ke rumah masing-masing.

Dusun Simonet berpenduduk 265 jiwa itu sejatinya sudah terlepas dari banjir akibat tingginya intensitas hujan. Hanya, sekarang mereka harus berjuang menghadapi banjir rob dengan ketinggian air capai 40-60 sentimeter pada pagi hari pukul 05.00-07.00 WIB dan sore hari 16.00-20.00.

Rencana relokasi warga ke dusun lain di kelurahan yang sama hingga kini belum terlaksana. Pasalnya, dari lahan seluas satu hektare yang disiapkan Pemkab Pekalongan belum selesai dibangun. "Kami berharap segera dapat direlokasi, karena lepas dari banjir akibat hujan kini terendam rob," kata Praptono, 55, warga Simonet.

Banjir rob melanda dusun yang berada di tepi pantura ini, ungkap Sunar, 41, warga lain, sudah berlangsung sejak tiga hari setiap pagi dan sore. Untuk bertahan hidup warga hanya mengandalkan bantuan yang datang dari berbagai pihak setiap hari.

Kepala Desa Semut Sugiono mengatakan banjir rob melanda dusun dihuni 73 keluarga tersebut semakin parah. Tidak hanya banjir hampir setiap hari merendam jawasan itu, tetapi juga abrasi cukup tinggi hingga membahayakan penduduk setempat.

Komandan Kodim 0710 Pekalongan Letkol Czi Hamonangan Lumban Toruan mengungkapkan bersama berbagai pihak berbagai upaya telah dilakukan untuk membantu warga Dukuh Simonet. Selain bantuan logistik, disalurkan juga bantuan pengamanan dengan membuat tanggul darurat dengan menumpuk karung berisi pasir.

"Dusun Simonet udah tidak layak lagi untuk ditempati. Ke depan Pemerintah Kabupaten Pekalongan sudah merencanakan untuk melaksanakan relokasi ke daerah yang lebih aman dari banjir," ujar Hamonangan Lumban Toruan. (OL-14)

BERITA TERKAIT