07 March 2021, 21:11 WIB

BMKG Minta Masyarakat Tetap Waspadai Cuaca Ekstrem


Dwi Apriani | Nusantara

MESKI sebagian Pulau Sumatra sudah memasuki musim kering atau kemarau, namun berbeda dengan di Sumatra Selatan. Sejumlah daerah di Sumsel masih dilanda hujan deras, disertai petir dan angin kencang.

Bahkan Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika memprediksi Sumatra Selatan berpotensi dilanda hujan intensitas tinggi hingga ekstrem karena wilayah itu masih berada pada masa puncak musim hujan.

‘’Wilayah Sumsel baru akan memasuki musim peralihan dari musim hujan ke musim kemarau pada pertengahan April 2021. Angin Muson Asia masih cukup kuat di Indonesia sehingga potensi uap air di wilayah selatan ekuator termasuk Sumsel masih cukup banyak,’’ kata Kasi Data dan Informasi, StasiunKlimatologi Kenten Palembang Nandang Pangaribowo, Minggu (7/3).

Untuk itu, masyarakat diminta tetap mewaspadai bencana hidrometeorologi banjir dan tanah longsor hingga satu bulan ke depan. Karena pada dasarian pertama Maret 2021 sebagian besar wilayah Sumsel mendapatkan curah hujan level menengah (50-150 mm).

Baca juga :Hujan Bantu Padamkan Karhutla di Giam Siak Kecil

‘’Kami mengimbau agar masyarakat tetap waspada, utamanya di daerah dataran rendah dan dataran tinggi,’’ ucapnya.

Selain itu, setidaknya 15 kabupaten/kota masih berpotensi banjir level menengah dan sembilan kabupaten berpotensi terjadi longsor level menengah-tinggi berdasarkan data PVMBG. Menurut Nandang, kondisi cuaca di Sumsel memang berbeda signifikan dengan wilayah Pekanbaru dan Aceh yang telah dilanda kekeringan serta kebakaran hutan, sebab kedua wilayah itu berada di utara ekuator.

‘’Perkiraan untuk musim kemarau di Sumsel masuk pada akhir Mei 2021,’’ kata dia.

Namun tidak seperti kemarau 2020 di mana musim kemarau dimulai dari wilayah Selatan Sumsel, pihaknya memprediksi musim kemarau di Sumsel masuk bersamaan di seluruh kabupaten-kota pada tahun ini. (OL-2)

 

BERITA TERKAIT