05 March 2021, 14:37 WIB

Perluasan Bandara Sam Ratulangi Picu Kebangkitan Wisata Manado


Insi Nantika Jelita | Nusantara

MENTERI Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno menilai perluasan Bandara Internasional Sam Ratulangi menjadi momen bangkitnya pariwisata di Manado, Sulawesi Utara.

Hal itu disampaikan Sandiaga saat meninjau penerapan protokol kesehatan di bandara tersebut. Adapun progres perluasan bandara sudah mencapai 80%, sejak pertama kali dimulai pada Februari 2020.

"Dengan kepatuhan disiplin protokol kesehatan serta testing, tracing dan treatment ditambah dengan vaksinasi, perluasan bandara ini mudah-mudahan bisa menjadi awal kebangkitan ekonomi Sulawesi Utara dan pariwisata Indonesia," ujar Sandiaga dalam keterangan resmi, Jumat (5/3).

Baca juga: Sandiaga: Potret Pariwisata RI Memprihatinkan

Bandara Sam Ratulangi akan diperluas dari 26.482 meter persegi menjadi 57.296 meter persegi. Pihaknya menyebut perluasan bandara diproyeksikan meningkatkan kapasitas penumpang dari 2,5 juta menjadi 5,7 juta per tahun.

Lebih lanjut, Sandiaga melihat langsung alur penumpang saat turun dari pesawat, pengambilan bagasi dan juga validasi formulir deklarasi kesehatan (e-HAC). Dia menilai penerapan protokol kesehatan di bandara sudah berjalan dengan baik.

Baca juga: Vaksin Covid-19 Memantik Optimisme Sektor Pariwisata

"Saya mendengar laporan bahwa kasus covid-19 di Manado sudah mulai terkendali. Jadi, kita mungkin bisa duduk bersama untuk mulai menggagas bagaimana membuka kembali pariwisata agar bangkit, membuka lapangan kerja. Kita gerak cepat," pungkas Sandiaga.

Dia pun perluasan bandara dapat berjalan tepat waktu dan tepat sasaran. Jika sebelum pandemi covid-19, jumlah kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) di Manadao mencapai 200 ribu orang, dengan perluasan bandara diharapkan meningkat hingga 500 ribu wisman.

"Kami ingin memotivasi sektor pariwisata yang selama ini terpuruk, juga ekonomi kreatifnya agar bangkit bersama," tandasnya.(OL-11)


BERITA TERKAIT