04 March 2021, 19:35 WIB

Tren Penyalahgunaan Narkoba di Banda Aceh Meningkat


Mediaindonesia.com | Nusantara

Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Kota (DPRK) Banda Aceh Farid Nyak Umar menyatakan bahwa tren penyalahgunaan narkoba di Banda Aceh mengalami peningkatan sejak 2019 hingga 2020.

"Data ungkap kasus narkotika pada Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Banda Aceh, pada 2019 terdapat 269 kasus dan 2020 sebanyak 331 kasus," kata Farid Nyak Umar, di Banda Aceh, Kamis (4/3).

Farid mengatakan berdasarkan hasil penelitian Badan Narkotika Nasional (BNN) 2020, terdapat sepuluh provinsi di Indonesia yang dinyatakan tertinggi prevalensi penyalahgunaan narkoba.

Provinsi Aceh, kata Farid, menempati posisi keenam di Indonesia dengan estimasi pengguna narkoba sebanyak 56,192 atau 1,90 persen. Sementara jenis narkoba yang digunakan yakni ganja 65,5 persen, sabu 38 persen, dan ekstasi 18 persen.

"Usia pertama kali yang menggunakan narkoba yaitu 17 sampai 19 tahun. Para pengguna narkoba terbanyak berada pada usia produktif antara 35 hingga 44 tahun," ujarnya.

Selain itu, Farid juga menuturkan untuk jumlah tahanan kasus narkoba di Banda Aceh pada 2020 mencapai 529 orang, angka tersebut melebihi kapasitas lapas yang hanya menampung 380 orang.

Berdasarkan data tersebut, lanjut Farid, kondisinya sudah sangat mengancam masa depan generasi muda. Karenanya perlu pengawasan keluarga terhadap anak-anak dari bahaya penyalahgunaan narkoba ini.

"Penting melindungi generasi muda dari penyalahgunaan dan peredaran narkoba," kata politikus PKS itu. (Ant/OL-12)

 

BERITA TERKAIT