04 March 2021, 10:45 WIB

Gubernur Maluku Utara Dorong Warganya Beli Produk UMKM


Hijrah Ibrahim | Nusantara

UNTUK tmeningkatkan daya beli masyarakat terhadap produk lokal, Bank Indonesia perwakilan Maluku Utara menggelar Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia, Rabu (3/3).

Gubernur Maluku Utara KH Abdul Gani Kasuba dalam sambutannya yang disampaikan Sekertaris Provinsi Malut Samsudin A Kadir menyampaikan UMKM merupakan tulang punggung pergerakan perekonomian. Selain menghasilkan keuntungan bagi pemilik usaha, keberadaan UMKM juga membuka peluang lapangan pekerjaan bagi masyarakat. Dengan kondisi pandemi saat ini, kebijakan pembatasan aktivitas sangat berdampak pada penurunan pendapatan UMKM secara keseluruhan termasuk UMKM.

"Saya atas nama pemerintah daerah sangat mengapresiasi setiap langkah Bank Indonesia dalam rangka mendorong penguatan daya tahan UMKM yang ada khususnya di Maluku Utara," kata Gubernur Maluku Utara dalam sambutan dibacakan Sekretaris Provinsi.

Selain itu, gubernur mengajak masyarakat Maluku Utara untuk mendukung Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia, dengan membeli dan menggunakan produk-produk lokal.

"Selain menghidupkan UMKM sebagai poros utama perekonomian masyarakat, kita juga turut berkontribusi dalam mempromosikan kekayaan alam dan budaya daerah lewat produk produk lokal yang kita gunakan. Membeli dan menggunakan produk lokal adalah salah satu upaya yang bisa kita lakukan untuk memulihkan perekonomian bangsa," ujarnya.

Di era digital, pemerintah telah memberikan fasilitas transaksi secara digital dengan menggunakan transaksi QRIS berstandar nasional yang telah diluncurkan oleh Bank Indonesia dan Asosiasi Sistem Pembayaran Indonesia. QRIS merupakan upaya standardisasi oleh Bank Indonesia untuk semua perusahaan yang memanfaatkan teknologi finansial (fintech) seperti GoPay, OVO, DANA, LinkAja, dan lainnya. 

Sementara itu, Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Jeffri Dwi Putra menyampaikan bahwa Bank Indonesia terus bersinergi dengan pemerintah untuk membangun optimisme pemulihan ekonomi Nasional melalui pembukaan sektor-sektor ekonomi yang produktif dan aman. Serta akselerasi stimulus fiskal mendorong penyaluran kredit perbankan baik dari sisi permintaan maupun penawaran, melanjutkan stimulus kebijakan moneter dan latorprudensial serta akselerasi digitalisasi ekonomi dan keuangan.

baca juga: 800 Produk Tenun Ikat NTT Dipasarkan Secara Online

"Sinergi kebijakan juga dikembangkan terkait pemberdayaan UMKM, pengembangan Pariwisata dan pengembangan ekonomi syariah. Ketiga pilar tersebut didukung juga dengan implementasi sistem pembayaran yang cepat, murah, aman dan mudah," ujar Jeffri.

BI di seluruh Indonesia mulai Rabu hingga Oktober akan menggelar produk-produk unggulan UMKM binaan kantor-kantor BI di seluruh  Indonesia.  (OL-3)

BERITA TERKAIT