04 March 2021, 07:46 WIB

800 Produk Tenun Ikat NTT Dipasarkan Secara Online


Palce Amalo | Nusantara

SEDIKITNYA 800 produk tenun ikat, hasil karya penenun dari seluruh  kabupaten dan kota di Nusa Tenggara Timur (NTT) dipasarkan secara online untuk meningkatkan penjualan di tengah pandemi covid-19.

Bank Indonesia (BI) Kantor Perwakilan (KPw) NTT telah menyiapkan sebuah portal online www.exotictenunfest.com sebagai media promosi dan penjualan. Sedangkan untuk kegiatan transaksi dan pengiriman barang, BI menggandeng sebuah situs belanja online,  mengunakan metode pembayaran Quick Response Code Indonesia Standard (QRIS).

Kepala BI KPw NTT I Nyoman Ariawan Atmaja mengatakan pandemi covid-19 telah berdampak besar terhadap UMKM, termasuk omzet kerajinan tenun dan produk ikutannya juga mengalami penurunan tajam. Kondisi itu terjadi lantaran pembatasan kegiatan masyarakat dan kunjungan wisatawan akibat pandemi.

Karena itu, BI memasarkan produk tenun ikat tersebut  untuk mendorong pemulihan ekonomi dan peningkatan kapasitas usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM). Untuk mendukung pemasaran online, BI NTT juga menyiapkan kegiatan akbar 'Exotic Tenun Fest' yang digelar secara offline mulai 22-24 Maret 2021.

"Harapannya dengan festival ini, omzet penjualan tenun dan produk turunannya dapat bergairah kembali sehingga pendapatan UMKM kembali meningkat," kata Nyoman Ariawan kepada wartawan di Kupang, Kamis (4/3).

Deputi Perwakilan BI NTT Daniel Agus Prasetyo menambahkan Exotic Tenun Fest untuk mendukung Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia (G-BBI) yang dicanangkan presiden serta gerakan Bangga Berwisata #DiIndonesiaAja.

Gerakan nasional tersebut dalam rangka meningkatkan kecintaan dan penggunaan produk-produk UMKM dalam negeri, termasuk meningkatkan awareness masyarakat akan keindahan tenun NTT dengan motif, jenis, dan cerita yang beragam, serta memperkuat identitas tenun ikat sebagai maha karya dan warisan budaya bernilai tinggi. Menurut Daniel, kegiatan tersebut bakal dimeriahkan dengan beragam lomba yang pesertanya mengenakan pakaian dari tenun ikat seperti selfi, fashion show, dan tiktok.

baca juga: Pandemi tak Pengaruhi Aktivitas Ibu Rumah Tangga Buat Tenun Ikat

Sekretaris Dinas Koperasi, UMKM, Nakertrans NTT Johanis Mau menyebutkan sebanyak 722 ribu UMKM di NTT terdampak covid-19 telah menerima bantuan dari pemerintah masing-masing sebesar Rp2,4 juta atau sebanyak Rp785 miliar. 

"Kami berharap bantuan itu membuat UMKM bisa bertahan dengan usahanya sehingga menopang ekonomi Indonesia," katanya.

Maret tahun ini, stimulus bagi UMKM tersebut akan kembali diluncurkan, namun berkurang menjadi Rp1,8 juta per UMKM dengan anggaran sekitar Rp2,3 triliun. Menurutnya, anggaran sebesar itu meningkat jika dibandingkan sebelumnya. 

"Bagi UMKM yang belum mendapat bantuan silahkan mendaftar dengan membawa surat keterangan usaha dari pemerintah setempat," katanya. (OL-3)

BERITA TERKAIT