03 March 2021, 14:15 WIB

Bantu Mengikis Kesenjangan Ilmu Teknologi di Tanah Air


Mediaindonesia.com | Nusantara

PANDEMI covid-19 telah mengubah tata cara belajar mengajar dari sistem tatap muka menjadi pembelajaran jarak jauh (PJJ) di Indonesia. Menurut laporan yang dikeluarkan PwC dan UNICEF bertajuk GenU (Generation Unlimited) pada 2020,  satu dari tiga siswa di seluruh dunia atau sekitar 463 juta anak muda tidak dapat mengakses pembelajaran secara daring selama sekolah ditutup.

Selain itu, satu dari enam remaja telah berhenti bekerja sejak awal pandemi. Beberapa kaum muda mengalami kesulitan untuk akses internet, tidak memiliki perangkat komunikasi layak pakai dan keterampilan digital.

Baca juga: Teknologi Ciptakan Pemerataan Ekonomi

Dalam hal keterampilan digital, survei PwC 2020 kepada 1,581 CEO menemukan terdapat 74% CEO yang prihatin akan ketersediaan tenaga kerja di bidang teknologi, informasi dan komunikasi (TIK). Badan Pusat Statistik juga menganalisis kebutuhan tenaga kerja di perusahaan teknologi Indonesia menjadi salah satu yang tertinggi dilihat dari peningkatan kebutuhan ilmu TIK di 2019 mencapai 5,32%, dibanding 2018 sebesar 5,07%.

Namun peningkatan ilmu TIK belum merata di seluruh Indonesia karena peningkatan terjadi di DKI Jakarta sebesar 7,31% dan terendah di Papua, yaitu 3,33% pada 2019. Sedangkan, survei IBM pada 2017 mencatat jumlah penyerapan tenaga kerja bidang TIK; data science, data developer dan data analisis diprediksi semakin meningkat sebanyak 700.000 perekrutan di seluruh dunia.

Adanya keterbatasan akses untuk meningkatkan keterampilan digital dan kurangnya pemahaman mengenai pentingnya belajar programming data science dan data analisis menjadi salah satu penyebab. Padahal ilmu programming untuk data science, data analisis, dan data developer dapat dipelajari dalam waktu kurang lebih 12 minggu, sehingga siapapun yang tertarik menjadi praktisi bisa mempelajarinya melalui pusat pelatihan TIK informal.

Hal ini yang menjadi alasan bagi Magnifique dan Yayasan Dian Sastrowardoyo untuk menyelenggarakan webinar M-Class keenam bertemakan 'Menjelajah Data Analisis dan Data Visualisasi dengan Mudah Menggunakan Metabase' bersama Hacktiv8 dan PwC Indonesia yang ingin memberikan ilmu kepada para pemula untuk menjadi programmer siap kerja dengan memperkenalkan ilmu programming data analisis dan data visualisasi.

Webinar ini diikuti oleh 260 siswa dari berbagai daerah dan komunitas data analis dengan pembicara Adhitia Saputra, Head of Marketing Hacktiv8, dan Marcello Dwianto, Manager PwC Indonesia, Kamis 18 Februari 2021.

“Dengan memperkenalkan pentingnya belajar data analisis dan data visualisasi dari Hacktiv8, kami bertujuan mendekatkan ilmu TIK kepada para siswa dan komunitas/organisasi yang tertarik pada bidang ini. Diharapkan, para calon tenaga kerja programmer, web developer/data developer, data analisis dan data visualisasi dapat memenuhi kebutuhan perusahaan digital dan teknologi di Indonesia yang masih sangat luas. Saya yakin minat belajar dapat terus tumbuh melalui webinar bermanfaat seperti ini meski kita semua masih berada di dalam masa pandemi,” ungkap Dian Sastrowardoyo, Pendiri Yayasan Dian Sastrowardoyo, dalam webinar yang diikuti 260 siswa dari berbagai daerah dan komunitas data analis tersebut.

"Pandemi covid-19 telah mempengaruhi setiap sektor, institusi, dan individu di seluruh dunia. Para pemangku kepentingan harus memikirkan kembali peran dan tanggung jawab mereka. Mereka dapat memilih untuk berkontribusi dalam menutup kesenjangan keterampilan, mempersiapkan para siswa untuk lebih tanggap digital, dan menyediakan kebutuhan tenaga kerja sesuai dengan kemajuan teknologi yang terus berubah," tambah Corporate Responsibility Leader dari PwC Indonesia, Djohan Pinnarwan.

"Menurut kami, program M-Class ini dapat menjawab empat tahap penting untuk membantu para siswa mengurangi kesenjangan digital, yaitu: Konektivitas, Akses, Literasi Digital dan Keterampilan siap kerja. Untuk itulah, kami sangat senang dapat berpartisipasi di acara ini, yang sejalan dengan salah satu fokus dari program Corporate Responsibility PwC yaitu komitmen untuk membangun dan mengembangkan komunitas melalui edukasi."

“Saat ini masih banyak siswa yang belum paham pentingnya belajar ilmu programming data analisis dan data visualisasi. Oleh karena itu, program Hacktiv8 terbuka untuk umum yang memiliki passion di dunia IT pemrograman. Program pembelajaran untuk pemula yang ingin menjadi seorang Full Stack Developer dengan program pembelajaran JavaScript Programming yang bisa diterapkan dalam waktu singkat,” timpal Head Marketing Hacktiv8, Adhitia Hidayat Saputra.

M-Class adalah sebuah inisiatif webinar dari Magnifique Indonesia dan Yayasan Dian Sastrowardoyo yang bertujuan untuk berkontribusi menyebarkan ilmu bermanfaat melalui sistem daring selama pandemi berlangsung. M-Class dilakukan setiap bulan dengan menghadirkan para pembicara yang kompeten dan topik yang berbeda, menargetkan para mahasiswa dan komunitas di daerah kurang terjangkau.

Selain webinar gratis, M-Class juga memberikan kuota internet untuk peserta yang mempunyai keterbatasan akses maupun transportasi agar tidak terbebani dalam mengikuti seluruh acara.

“Webinar M-Class akan terus dilaksanakan untuk mendukung kegiatan pembelajaran jarak jauh yang masih harus berlangsung selama masa pandemi ini. Webinar keenam ini menandai komitmen kami untuk terus menggandeng kolaborator, baik dalam hal pengajaran, penyediaan komunitas maupun sebagai sponsor, untuk terus mewujudkan M-Class,” ujar Managing Partner Magnifique, Arifaldi Dasril. (RO/A-1)

BERITA TERKAIT