01 March 2021, 17:58 WIB

Polda Sulteng Selidiki Pengusaha di Balik Tambang Emas Ilegal


M Taufan SP Bustan | Nusantara

KEPALA Kepolisian Daerah (Kapolda) Sulawesi Tengah Inspektur Jenderal Abdul Rakhman Baso menyatakan, akan menindak tegas pengusaha yang terlibat dalam pertambangan emas tanpa izin di provinsi itu.  Menurutnya, peristiwa yang terjadi di Desa Buranga, Kecamatan Ampibabo, Kabupaten Parigi Moutong, menjadi perhatian serius pihak keamanan.  

Terlebih, belum lama ini lokasi pertambangan emas ilegal itu memakan korban jiwa hingga enam orang akibat tanah longsor pada 24 Februari lalu. "Anggota masih lakukan penyelidikan terkait kasus di Buranga. Yang pasti bila ada keterlibatan pengusaha, di mana pun itu pasti akan ditindak tegas," terang Rakhman, Senin (1/3).  

Hasil penyelidikan sementara, di lokasi pertambagan emas ilegal Buranga ditemukan sejumlah alat berat yang beroperasi di sekitar lokasi penambangan. Dengan demikian, tentu ada dugaan pengusaha mendukung pertambangan di sana.  

"Semuanya masih berjalan. Kita semua masih menunggu hasil penyelidikan anggota di lapangan," tegas Rakhman.  

Diketahui, aktivitas pertambangan ilegal di Desa Buranga sudah berapa kali ditertibkan pihak kepolisian. Tapi ketika penertiban selesai, warga di sana kembali beraktivitas.  

"Hal ini menjadi dilema bagi kepolisian. Bila melakukan penindakan hukum tegas kasihan masyarakat kecil karena menjadikan aktivitas penambangan itu mata pencaharian mereka," ungkapnya.

Oleh karena itu, tambah Rakhman, penting dilakukan saat ini, semua stakeholders melakukan penyadaran dan edukasi serta sosialisasi bagi masyarakat tentang bahaya melakukan penambangan ilegal tersebut. "Pihaknya tidak akan membiarkan serta mengabaikan para penambang ilegal ini, tapi perlu juga dilakukan penyadaran, edukasi, serta sosialisasi tentang bahaya akibat dari penambangan ilegal," tandasnya. (OL-14)

BERITA TERKAIT