26 February 2021, 15:40 WIB

Ini Para Perempuan yang jadi Kepala Daerah di Sulsel


Lina Herlina | Nusantara

PELANTIKAN kepala daerah terpilih hasil Pilkada 2020 di Sulawesi Selatan (Sulsel) digelar secara langsung, meski terbatas. Dari 11 pasangan kepala daerah yang dilantik, ada tiga orang perempuan. Itupun hanya satu kepala daerah, dua lainnya wakil wali kota dan wakil bupati.

Tiga perempuan yang jadi kepala daerah itu adalah Indah Putri Indriani
sebagai Bupati Luwu Utara, Fatmawati Rusdi sebagai Wakil Wali Kota Makassar dan  Sohartina Buhari sebagai Wakil Bupati Maros.

Indah Putri Indriani sendiri adalah petahana Luwu Utara. Namun, diperiode keduanya ini, dia pecah kongsi dengan wakilnya, Thahar Rum yang memilih menjadi rivalnya. Indah menjadi bupati 2014 mencatatkan sejarah sebagai perempuan pertama menjabat kepala daerah di Luwu Utara dan Sulsel.

Sebelum naik tingkat, ia sempat menjadi wakil bupati. Baginya, menjadi bupati perempuan pertama punya tantangan tersendiri, mengingat lingkungan masih memegang budaya patriarki. "Lingkungan kita ini masih maskulin banget. Tentu kita berharap perempuan bertambah banyak mewarnai perpolitikan. Pilkada ini menjadi momen bagus agar politik tidak terlalu keras dan punya warna tersendiri," kata perempuan kelahiran Enrekang, Sulsel, 43 tahun silam.

Setelah dilantik kembali, Indah menyebutkan jika banyak pekerjaan rumah (PR) yang dia sisakan pada periode pertama jabatannya. Terlebih ditengah pandemi covid-19 ini, pada waktu yang sama, daerahnya dilanda banjir bandang.

"Prinsipnya, pemerintahan mana pun, praktis yang paling penting masih pergerakan RPJMD (Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) harus ditutaskan karena ini panduan untuk lima tahun. Tapi ditengah pandemi ini ada target-target yang harus kita capai bagaimana menciptakan imunitas publik dan tentu yang kita akan genjot target vaksinasi," sebut Indah.

Dia juga menjelaskan, bagi Luwu utara yang sempat  dilanda bencana, maka akan fokus bagaimana pemulihan terutama infrastruktur di kota. "Dan paling mendesak di kota itu pembangunan kanal dan draenase untuk membuang air yang sampai hari ini belum sempat dibuang di sungai. Termasuk elevasi sungai yang lebih tinggi dari jalan. Dan untuk pekerjaan ini, tentu saya berbagi dengan wakil bupati yang punya basic ke-PU-an," jelas Indah.

Sementara itu, perempuan lainnya yang juga mencetak sejarah yaitu Fatmawati Rusdi, yang menjadi wakil dari Moh Ramdhan (Danny) Pomanto. Fatma menjadi perempuan pertama yang menjabat sebagai wakil wali kota di Makassar.

Sebelumnya, Fatma mengaku pilihannya berpasangan dengan Danny Pomanto karena populasi penduduk perempuan di Makassar lebih tinggi, sekitar 52%. "Harus ada perhatian dan keberpihakan khusus. Itu salah satu komitmen saya bersama Pak Danny, bahwa peran dan pemberdayaan perempuan wajib ditingkatkan," ungkapnya.

Dia menyebut kehadirannya di Makassar menjadi momentum, ruang bersatunya kaum perempuan, sekaligus kesempatan untuk mencetak sejarah bahwa perempuan bisa juga menjadi pemimpin. Sepanjang pemilihan langsung di Makassar, belum pernah perempuan terpilih menjadi wali kota ataupun wakil wali kota. Fatmawati berusaha untuk mengubah sejarah tersebut.

"Satu lagi, saya bersama Pak Danny berkomitmen menjadikan Makassar untuk semua. Artinya, tak ada perlakuan diskriminatif di dalamnya. Harus berjalan beriringan dalam kemajuan dan pembangunan Kota Makassar yang inklusif," tutup Fatma. (OL-13)

BERITA TERKAIT