26 February 2021, 12:13 WIB

Sri Sultan Meminta Kepala Daerah Terpilih Tepati Janji Kampanye


Agus Utantoro |

GUBERNUR Daerah Istimewa Yogyakarta, Hamengku Buwono X melantik dan mengambil sumpah tiga pasangan bupati/wakil bupati di Kompek Kantor Gubernur DIY di Kepatihan, Jumat (26/2).

Mereka yang dilantik adalah Abdul Halim Muslih- Joko Purnomo (Bupati dan Wakil Bupati Bantul), Sunaryanta-Heri Susanta (Bupati dan Wakil Bupati Gunungkidul) serta Kustini Sri Purnomo-Danang Maharsa (Bupati dan Wakil Bupati Sleman). Dalam amanatnya, Gubernur DIY Hamengku Buwono X meminta agar para bupati dan wakil bupati jika akan memasukkan program sebagai upaya untuk memenuhi janji kampanye, disarankan untuk menyisipkan di anggaran perubahan dan pembahasan RKPD (Rencana Kerja Pemerintah Daerah) tahun anggaran 2022.

"Setelah dipilah dan dipilih mana yang urgen bagi masyarakat, silakan dimasukkan dalam anggaran perubahan dan pembahasan RKPD tahun anggaran 2022," kata Sri Sultan Hamengku Buwono X.

Para bupati dan wakil bupati yang baru dilantik ini, juga diminta untuk menjalankan awal pemerintahan dengan membelanjakan anggaran baik APBD maupun Danais (Dana Keistimewaan) tahun anggaran 2021 dengan harapan, perekonomian masyarakat segera membaik dan bahkan pulih, segera bangkit pascavaksinasi covid-19.

Hal itu, lanjutnya, merupakan program simultan, penanganan pandemi covid-19 dan sekaligus pemulihan ekonomi daerah melalui layanan pemberdayaan UMKM dan penyusunan Daftar Prioritas Investasi Daerah dengan cara-cara yang ekstra ordiner dalam situasin darurat Covid-19 sekarang ini.

Pada kesempatan itu, Gubernur DIY juga memint agar bupati/wakil bupati menjadikan Forkopimda (Forum Komunikasi Pimpinan Daerah) sebagai bagian ikatan collective leadership yang berkualitas negarawan. Selain itu, jelas Gubernur, para bupati/wakil bupati yang baru dilantik membuka ruang dialog personal dengan kandidat lainnya untuk mengadopsi dan mengadaptasi program-program yang bermanfaat bagi masyarakat.

"Penggunaan simbol-simbol budaya dan pendayagunaan simpul-simpul komuikasi secara kreatif perlu lebih dikembangkan," katanya.

baca juga: Gubernur NTB Lantik Enam Pasangan Kepala Daerah

Hal semacam itu, menurut Sri Sultan diharapkan juga akan menghilangkan sekat-sekat sosial guna memperkuat kembali kohesi sosial. 

"Dengan merapikan kembali kursi-kursi yang berantakan dan sampah-sampah yang berserak bakda pesta demokrasi usai," lanjut Sri Sultan. 

Sri Sultan kemudian menyitir ucapan Bung Karno dalam pidato tanggal 17 Agustus 1954 yang mengingatkan “……janganlah pemilihan umum menjadi arena pertempuran politik, demikian rupa hingga membahayakan keutuhan bangsa. (OL-3)
 

BERITA TERKAIT