26 February 2021, 00:40 WIB

Jalan Utama Menuju Pantura Pamekasan Retak dan Ambles


Muhamad Ghazi | Nusantara

JALAN utama yang menghubungkan Kota Pamekasan, Madura, Jawa Timur  dengan kawasan pantai utara retak dan ambles akibat pergerakan tanah. Lokasi jalan yang ambles berada di Dusun Jepon, Desa Bindang, Kecamatan Pasean, ridak jauh dari lokasi longsor yang menewaskan lima orang santri pada Rabu (24/2).

Di beberapa titik, panjang retakan mencapai delapan meter dengan lebar retakan mencapai 50 sentimeter. Menurut warga, pada saat terjadi longsor sehari sebelumnya, kondisi jalan sudah mulai retak-retak, namun masih bisa dilalui.

Retakan itu semakin parah sejak Kamis (25/2) dini hari, bersamaan dengan turunnya hujan. "Kami langsung melaporkan peristiwa ini ke kepala desa untuk dilanjutkan ke pihak yang berwenang," kata Subaili, warga Desa Bindang.

Badan Penanggulangan Bencana Daeeah (BPBD) Pamekasan saat ini te;ah menutup jalan tersebut untuk semua kendaraan, termasuk kendaraan roda dua.

Bupati Pamekasan, Baddruttamam, mengatakan pihaknya masih akan mengkaji kelayakan jalan tersebut untuk diperbaiki. Sebab, kondisi tanah di lokasi merupakan tanah labil yang rawan terjadi retakan dan berdekatan dengan tebing, sehingga dikawatirkan mudah terjadi longsor.

Hasil dari kajian tersebut akan dijadikan rekomendasi kw Pemprov Jawa Timur, karena jalan tersebut merupakan jalan provinsi yang menjadi kewenangan Pemprov Jawa Timur.

"Kami sudah meminta konsultan untuk mengkaji masalah ini. Jika tidak memungkinkan untuk diperbaiki, bisa jadi lokasinya akan dipindah," kata Baddruttamam. (OL-15)

BERITA TERKAIT