24 February 2021, 13:10 WIB

Penghancuran Ratusan Pohon Penghijauan di Barito Kuala Disorot


Denny Susanto | Nusantara

SEJUMLAH organisasi lingkungan menyoroti aksi penghancuran ratusan pohon penghijauan di sepanjang ruas jalan provinsi di Kecamatan Rantau Badauh, Kabupaten Barito Kuala. Penghancuran pohon-pohon peneduh dan penahan erosi di sepanjang tepi sungai ini dinilai bertolak belakang dengan kampanye gerakan lingkungan Revolusi Hijau.

"Kami sangat menyayangkan aksi penghancuran pohon-pohon penghijauan dan peneduh yang dulu ditanam dengan biaya tidak sedikit," tutur Wakil Ketua Pena Hijau Indonesia, Khaidir Rahman, Rabu (24/2).

Menurutnya pengrusakan pohon ini sangat bertolak belakang dengan kampanye gerakan lingkungan menanam pohon yang selama ini gencar digaungkan pemerintah daerah disebut Revolusi Hijau.

Pantauan mediaindonesia.com di lapangan, pohon-pohon berukuran sedang dan besar yang ada di sepanjang tepi sungai dan ruas jalan menuju Kota Marabahan dirusak menggunakan alat berat. Sebagian pohon dicabut dan dirobohkan, sebagian lagi dahan dan batang pohon dipatahkan.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Barito Kuala, Fahriana mengatakan pihaknya masih meminta keterangan dari Dinas PUPR setempat terkait proyek atau kegiatan yang menyebabkan banyaknya pohon penghijauan sepanjang jalan rusak.    

"Kita akan mempertanyakan kepada pihak Dinas PUPR masalah ini," ujarnya.

Sementara Kepala Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Kalsel, Hanifah Dwi Nirwana juga belum mengetahui adanya proyek pemerintah yang menyebabkan rusaknya ratusan pohon jenis akasia dan terembesi tersebut.

"Kami sedang menjadwalkan agenda pertemuan DLH dan PUPR bidang tata ruang terkait pembahasan mengembalikan fungsi lindung sempadan sungai di Kalsel," ujarnya

 baca juga: 4.662 Hektar Kebun Jeruk di Kalsel Rusak Karena Banjir

Sejauh ini belum ada keterangan resmi dari pihak Dinas PUPR Barito Kuala terkait masalah ini. Kepala Dinas PUPR Barito Kuala, Sabri saat dikonfirmasi belum memberikan jawaban. (OL-3)

BERITA TERKAIT