24 February 2021, 08:59 WIB

Kematian Ny ES Bukan Karena Vaksin Covid-19


Mediaindonesia.com | Nusantara

KOMDA Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI) Sulawesi Selatan telah mengeluarkan kesimpulan dari hasil penyelidikan kematian Ny ES yang meninggal dunia setelah divaksinasi. Kesimpulan itu berdasarkan penyelidikan terhadap Ny ES yang mendapatkan vaksinasi covid-19 pada 14 Januari 2021, kematian Ny ES tidak terkait pemberian vaksin covid-19 Sinovac.

Dalam keterangan tertulis yang dikeluarkan oleh KIPI Sulawesi Selatan hari ini, Rabu (24/2) disebutkan bahwa almarhum ES mendapatkan vaksinasi covid-19 dosis pertama pada 14 Januari, dan ia melakukan perjalanan ke Mamuju, Sulawesi Barat lima hari menjelang pelaksanakan vaksinasi kedua pada 28 Januari 2021.
 
ES juga menunjukkan gejala sesak napas, de,a, dan batik tiga hari pasca vaksinasi dan dinyatakan terkonfirmasi positif covid pada 8 Februari. ES mendapat perawatan di RS Pelamonia kemudian dirujuk ke RSUP dr Wahidin Sudirohusodo. Dari hasil pemeriksaan PCR, ES dinyatakan negatif covid-19 pada 18 Februari 2021.

"Berdasarkan kronologis itu, almarhum kemungkinan tertular saat pergi ke luar kota sebelum vaksinasi kedua diberikan. Dan kontak dengan anggota keluarga lian terkonfirmasi covid-19 yaitu suami dan ketiga anaknya," tulis Komda KIPI, Rabu (24/2).

baca juga: Giliran Wartawan dan Relawan di Temanggung Divaksinasi Covid

Gejala mulai timbul setelah vaksinasi kedua. Sebab kekebalan tubuh setelah divaksinasi pada saat itu belum terbentuk maksimal. 

"Almarhum sudah mendapat penangaan sesuai tatalaksana covid-19 dengan hasil PCR swab nasofaring terakhir negatif. Namun pada beberapa kasus covid-19, perburukan terjadi karena badai sitokin sehingga menyebabkan masalah sistemik berbagai organ sehingga terjadi gagal napas. Kematian Ny ES disebabkan oleh Covid-19 bukan karena vaksin." (OL-3)
 

BERITA TERKAIT