23 February 2021, 18:05 WIB

Nelayan Jarang Melaut, Harga Ikan Laut di Kota Palu Melambung


M Taufan SP Bustan | Nusantara

HARGA ikan laut di Kota Palu, Sulawesi Tengah mengalami penaikan. Hal ini dipicu kelangkaan ikan akibat jarangnya nelayan melaut karena kondisi cuaca yang buruk.

"Bagaimana mau melaut kalau hujan terus seperti ini," ungkap salah satu nelayan di Teluk Palu, Sangker Rada, Selasa (23/2).

Menurutnya, sudah ada imbauan juga agar nelayan tidak turun melaut selama cuaca ekstrem terjadi. "Ada imbauan dari BMKG. Kami juga tida berani melaut kalu kondisi seperti ini," terang Sangker.

Ia menyebutkan, imbas akibat nelayan tidak melaut memang membuat harga ikan yang dijual pedagang di pasaran melambung. "Sudah begitu hukumnya, mau bagaimana lagi. Yang penting masih ada juga beberapa nelayan yang melaut," imbuh Sangker.

Pedagang di pasar tradisional Inpres Manonda Palu sudah sejak sepekan terakhir menjual ikan dengan harga tinggi. Menurut mereka, jika harga ikan tidak dinaikkan mereka akan rugi karena pembelian di tingkat pengepul juga sudah mahal.

"Sekarang kalau kita jual modal kan tidak mungkin, sementara kalau jual murah yang ada kami rugi," ungkap salah satu pedagang ikan, Hj Siti.

Dia menjelaskan, sekarang harga ikan untuk jenis katombo Rp35 ribu per kg, cakalang Rp40 ribu per kg, ekor kuning Rp65 ribu per kg, dan ikan
batu seperti kakap serta kue itu lebih mahal lagi bisa sampai Rp85 ribu per kg. "Hampir 30 persen memang penaikan harga ikan laut sekarang," tegas Siti.

Jika musim sudah kembali normal, pedagang optimistis harga ikan di pasaran bisa kembali normal. "Penaikan harga ini kan karena cuaca, sehingga banyak nelayan tidak turun melaut. Saya yakin kalau sudan banyak nelayan turun, harga bisa kembali normal," tambah pedagang lainnya, Nur Baeti. (OL-15)

BERITA TERKAIT