22 February 2021, 22:15 WIB

RRI Merangkul Musisi


Bayu Anggoro | Nusantara


Lembaga Penyiaran Publik (LPP) Radio Republik Indonesia (RRI)
memperkuat rencana kerja sama dengan para musisi. Mereka akan membangun membangun RRI Creativ Center yang bermarkas di RRI Bandung.

Kerja sama yang sudah dibahas satu tahun terakhir itu, dilanjutkan dengan pemetaan ruangan dan aset bangunan yang akan digunakan. Ruangan yang direncanakan digunakan untuk kerja sama ini ialah studio
siaran zaman dahulu, auditorium dan galeri musik. Tiga ruangan ini
rencananya dioptimalkan untuk rekaman hidup, hiburan, dan musik wisata radio.

Anggota Komisi I DPR RI dari Fraksi Partai NasDem, Muhammad Farhan,
mengapresiasi kerja sama tersebut. Kolaborasi dengan musisi ini dinilai
sebagai momentum memanfaatkan ruangan atau aset negara yang tidak
terpakai agar tak mubazir.

"DPR RI memiliki kewajiban untuk memastikan RRI memberikan  manfaat luas dan hak komunikasi publik melalui Lembaga Penyiaran Publik," kata Farhan di sela kunjungannya di Bandung, Senin (22/2).

Menurutnya, langkah RRI membuka ruang kerja sama dengan musisi Bandung
membuka ruang kreatif yang lebih berpotensi besar. "Musisi Bandung memiliki semangat tinggi untuk menciptakan ekosistem bagi dunia kreasi musik. Maka kerja sama RRI dengan para musisi ini diharapkan terwujud menjadi RRI Creative Channel," terangnya.

Direktur Utama Lembaga Penyiaran Publik (LPP) Radio Republik Indonesia
(RRI), Mohammad Rohanudin menerangkan, kerja sama ini selain memanfaatkan aset yang tak terpakai juga untuk mengembangkan digitalisasi audio broadcasting dengan konten dari musisi ternama asal Bandung.

"Saya kira ini menarik karena pelaku seni berkumpul bersama di RRI
Bandung. Ada seni musik, ada seni tradisional dan seni-seni lain sehingga mereka memiliki wadah. RRI punya tugas besar karena menjalankan mandat negara agar memberi manfaat," ujar Rohanudin.

Dia meminta para musisi dalam wadah ini berperan serta mengembangkan konten yang ada di RRI. "Di abad modern ini  digitalisasi menjadi penting dan itu menjadi cara mudah memfasilitasi semua keinginan apakah itu youtube, podcast. Ini nanti juga untuk mempromosikan karya musik dan harus dikembangkan," katanya.

Rohanudin memastikan, para musisi mendapat keleluasaan memberi sentuhan
pada fasilitas tanpa mengubah nuansa khas RRI. "Ada ruang ruang khusus
untuk siaran. Alat musik tradisional, museum seni. Kami juga kerja samakan audio digital broadcasting. Kami punya delapan chanel,
satu chanel nanti diberikan untuk digunakan," katanya.

Dewan pakar Ikatan Manager Artis Indonesia (IMAI), Lutfi, menerangkan,
rencana tersebut diharapkan segera ditetapkan oleh RRI. "Disitu akan
menjadi sarana include fasilitas untuk kreatif apapun."

Langkah pertama dari musik dulu untuk menghasilkan desain. RRI merupakan salah satu artefak buat musik di Indonesia karena RRI punya galeri musik.

"Sangat disayangkan kalau galeri musik ini tidak sampai jadi
pengetahuan buat masyarakat," katanya. (N-3)

 

BERITA TERKAIT