22 February 2021, 09:48 WIB

Korban Meninggal Akibat DBD di NTT Bertambah Jadi 4 Orang


Palce Amalo | Nusantara

KORBAN meninggal akibat demam berdarah dengue (DBD) di Nusa Tenggara Timur (NTT), Senin (22/2) tercatat empat orang, atau bertambah satu orang dibandingkan Januari 2021.

Tambahan satu pasien meninggal tersebut berasal dari Kabupaten Rote Ndao, sedangkan tiga pasien DBD yang meninggal pada Januari masing-masing berasal dari Kota Kupang, Flores Timur dan Ngada.

Baca juga: Pascabanjir, Warga Tegal Bersihkan Irigasi dan Tabur Ikan

Sesuai laporan Dinas Kesehatan NTT, Kasus DBD juga bertambah menjadi 467 dibandingkan Januari 2021 sebanyak 338 kasus. Saat ini kasus DBD terbanyak berasal dari Kota Kupang sebanyak 173 kasus, Manggarai Timur 83 kasus, Sikka 43 kasus, dan Sabu Raijua 35 kasus, Timor Tengah Utara 27 kasus, Ngada 15 kasus, dan Manggarai 14 kasus.

Adapun pasien DBD asal Rote Ndao yang meninggal tersebut, dilarikan ke salah satu rumah sakit di Kota Kupang dalam kondisi dengue shock syndrome (DSS). Namun, belum ada keterangan anak tersebut terjangkit DBD dari tempat asalnya di Rote Ndao atau di Kota Kupang.

"Pasien itu datang bersama tantenya ke Kupang 7 Februari, dia sudah panas tetapi di rumah saja sampai 12 Februari, pikir mereka panas biasa, 13 Februari di bawa ke rumah sakit, 14 Februari meninggal," kata Kepala Dinas Kesehatan Kota Kupang dokter Retnowati. Sampah diduga menjadi penyebab meningkatnya kasus DBD di NTT. Di Kota Kupang misalnya, warga 
membuang sampah sembarangan dan lemahnya penanganan sampah oleh pemerintah.

Pada musim hujan seperti saat ini, sampah yang terbawa air hujan menumpuk di selokan dan pinggir jalan utama sampai permukiman penduduk. Pengelolaan sampah yang lemah tersebut menjadi tempat berkembangnya vektor Aedes aegypti yang membawa virus dengue penyebab demam berdarah. (OL-6)

BERITA TERKAIT