21 February 2021, 14:54 WIB

PPKM Mikro Efektif Tekan Angka Covid-19 di Jatim


Faishol Taselan | Nusantara

PEMERINTAH Provinsi Jawa Timur mengklaim perberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) Mikro tahap pertama dan kedua mampu menurunkan jumlah penderita Covid 19 di Jawa Timur.
    
"Pemprov dan Forkopimda melakukan evaluasi dari PPKM baik itu PPKM tahap pertama maupun kedua  maupun PPKM Mikro. Dari data yang ada kami melihat bahwa terdapat banyak hasil yang menggembirakan dari berbagai Indikator Epidemiologis," kata Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa di Surabaya, Minggu (21/2).

PPKM Mikro  dimulai sejak tanggal 9 Februari dan akan berakhir pada 22 Februari 2021. Berdasarkan evaluasi yang telah dilakukan, intervensi PPKM Mikro sangat efektif untuk menurunkan penyebaran Covid-19 di Jawa Timur. Menurutnya, selama pelaksanaan PPKM mikro, hasil signifikan tampak pada penurunan jumlah pasien COVID-19 yang harus dirawat di Ruang Isolasi Biasa maupun ICU.
      
Selama PPKM tahap 1 dan 2  serta  PPKM Mikro, BOR Isolasi biasa di Jatim telah berhasil turun dari 79% menjadi 46%. BOR ICU juga telah  berhasil turun dari 72% menjadi 57%. Artinya, keterisian rumah sakit di Jawa Timur sudah sesuai syarat dari WHO yakni di bawah 60%. Khofifah membandingkan, sebelum dilaksanakan PPKM Mikro terdapat 210 RT zona merah di Jatim sesuai dengan kriteria Gugus Tugas Covid-19 Nasional.

baca juga: Jateng mulai Lakukan Vaksin Lansia dan Masyarakat Umum
   
Adapun RT Zona merah adalah RT dengan 10 warga  yang menderita positif Covid-19 dalam 7 hari terakhir. Di Akhir PPKM Mikro ini, saat ini RT Zona merah sudah tidak ada lagi/nihil. Zona merah di Jawa Timur juga mengalami penurunan yang signifikan, di awal tahun 2021, Jawa Timur masih memiliki 8 zona merah Covid-19. Per kemarin, Zona Merah di Jawa Timur hanya tinggal 1 Kabupaten saja yaitu Kabupaten Jombang.
      
Menurut Khofifah, PPKM jilid pertama, kedua dan PPKM Mikro memang sudah menunjukkan beberapa hasil yang signifikan, namun masih diperlukan =upaya yang lebih besar lagi untuk dapat menurunkan penyebaran Covid-19 di Jawa Timur melalui perpanjangan PPKM Mikro. Untuk itu, seluruh masyarakat di Jatim diharapkan jangan sampai lengah dan tetap disiplin menerapkan protokol kesehatan yakni memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak, menjuhi kerumunan dan membatasi mobilisasi dan interaksi.

"Pelaksanaan PPKM Mikro tahap pertama ini memang mampu menurunkan penyebaran Covid-19 di Jatim, namun saya berpesan agar masyarakat jangan sampai lengah dan terus tingkatkan disiplin dalam menerapkan prokes," tegas orang nomor satu di Pemprov Jatim ini.(OL-3)
 

BERITA TERKAIT