21 February 2021, 12:15 WIB

Banjir Pekalongan Belum Surut Solidaritas Bantu Warga Tumbuh


Akhmad Safuan | Nusantara

BANJIR melanda Kabupaten dan Kota Pekalongan, Jawa Tengah tetap tinggi, seluruh kekuatan saling bahu-membahu untuk membantu ribuan korban banjir baik yang berada di pengungsian maupun di rumah.

Pemantauan Media Indonesia Mibggu (21/2) kondisi ribuan warga korban banjir di Kabupaten dan Kota Pekalongan semakin berat, sudah lebih dari 15 hari mereka bertahan di tempat pengungsian dan sebagian besar lainnta bertahan di rumah dan hidup dalam genqngan dan kepungan banjir setinggi 20-150 centimeter.

Tidak hanya terhambat dalam beraktivitas, puluhan ribu warga terdampak banjir juga harus kesulitan hidup karena kekurangan bahan makanan, air bersih hingga selimut serta obat-obatan, sehingga penyakit berat dan ringan sejalu menghinggapi. “Sejauh ini kami bertahan hidup dari suplai makanan dapur umum, karena kami tidak bisa mencari nafkah,” kata Haryono, seorang warga di Wonokerto, Kabupaten Pekalongan.

Sebagian besar warga di tujuh desa di Kecamatan Wonokerto dan tiga kelurahan di Kecamatan Wiradesa, Kabupaten Pekalongan ini sudah mengungsi serta dievakuasi ke tempat aman karena banjir semakin tinggi hingga capai 1,5 meter, ratusan petugas dari TNI, Polri, ormas hingga relawan terus bergerak mengevakuasi warga dan mendistribusikan bantuan.

Demikian juga di Kota Pekalongan, evakuasi terhadap warga 17 kelurahan di Kecamatan  Pekalongan Utara, Barat dan Timur terutama manula dan balita terus dilakukan. “Bantuan makanan dari puluhan dapur umum tiga kali sehari disalurkan kepada pengungsi dan warga yang bertahan di rumah,” ugar Kepala BPBD Kota Pekalongan Suminta.

Banjir melanda Kota Pekalongan, lanjut Suminta, sulit untuk surut karena selain datang dari atas (banjir kiriman) juga berbarengan dengan rob, bahkan dalam dua gari terakhir kembali meninggi dan meluas sekitar 2.700 jiwa kembali mengungsi serta sedikitnya 20.000 warga terdampak.

Kepala BPBD Kabupaten Pekalongan Budi Raharjo mengatakan sepuluh desa di dua kecamatan di daerah ini merupakan terparah, maka untuk menyelamatkan warga sebagian besar warga terpaksa dievakuasi ketempat yang aman oleh anggota dari Kodim, Polres, ormas hingga relawan.

Untuk memenuhi kebutuhan warga baik di pengungsian maupun bertahan di rumah, lanjut Budi, ratusan dapur umum telah didirikan dari Pemkab Pekalongan dan berbagai pihak. “Sast ini ada 45.000 warga terdampak dan 2.744 jiwa dalam pengungsian tersebar di berbagai tempat,” tambahnya.

Selain tempat pengungsian dan dapur umum, demikian Budi Raharja, di berbagai  lojasi juga didirikan posko kesehatan, semua warga terdampak dapat melakukan pengobatan secara gratis karena dikhawatirkan banyak korban banjir terserang penyakit. (OL-13)

BERITA TERKAIT