21 February 2021, 11:03 WIB

Jateng mulai Lakukan Vaksin Lansia dan Masyarakat Umum


Haryanto Mega | Nusantara

SEBANYAK 1.400.000 dosen vaksin atau 140.030 vail gelombang II tiba di Gedung Dinas Kesehatan Provinsi Jateng, Jalan Tambak Aji, Ngaliyan, Kota Semarang, Minggu (21/2).

''Kita dapat 140.030, nah sekarang satu vail itu isinya 10. Berarti ini sekitar 1.400.000 an, nanti kita sambut ini teman-teman dari dinkes sedang persiapan nanti seluruh vaksin di sini,'' kata Gubernur Jateng Ganjar Pranowo ketika mengecek lokasi gudang di sela gowes.

Menurutnya, ada beberapa skenario yang disiapkan untuk distribusi vaksin gelombang II ini. Selain untuk pelayan publik dan lansia, vaksin juga akan diberikan untuk kelompok masyarakat seperti pasar. Hal ini, seperti yang sebelumnya dilakukan di Pasar Tanah Abang, Jakarta.

Baca Juga: Jateng akan Terima 21 Juta Vaksin Covid-19

''Nanti kita akan coba beberapa kelompok masyarakat seperti pasar. Seperti kemarin pak Presiden melihat di Tanah Abang Jakarta, kita akan coba di Solo. Sehingga nanti harapannya akan lebih banyak (sasarannya),'' tutur Ganjar.

Pihaknya juga sedang menyiapkan titik pelaksanaan vaksin untuk pelayan publik. Harapannya, dengan titik-titik yang disiapkan tersebut proses vaksinasi pada pelayan publik yang jumlahnya ribuan akan berlangsung cepat.

''Jadi target kita cepat. Harusnya tidak sulit karena datanya sudah ada, lokasinya sedang disiapkan, nanti tinggal kapasitas yang ada kita mau itu dioptimalkan, maka ini soal cerita mekanisme menyusun,'' ujarnya.

Selain Solo, lanjut Ganjar, Kota Semarang juga dipilih untuk pelaksanaan vaksinasi bagi kelompok masyarakat pasar. Pertimbangannya, adalah pusat keramaian dan kegiatan ekonomi.

Di sisi lain, usulan pasar ini juga sudah lama disiapkan. Yakni saat dirinya dipanggil dalam rapat bersama 5 Gubernur lain dengan Presiden Joko Widodo beberapa waktu lalu.

''Maka dulu waktu kita rapat di Jakarta di istana dengan 5 Gubernur, setelah pak presiden bicara pasar, kita usulkan juga beberapa kelompok masyarakat yang lain, supir, pedagang keliling trus ada usulan guru tapi guru kan sudah masuk pelayan publik, tokoh agama termasuk yang ada di pesantren, para pendeta dan sebagainya yang tiap hari ketemu dengan orang itu jadi prioritas. Waktu itu Pak Presiden bilang, 'pak gub ke saya, siapkan itu pasarnya', ya pak gimana kalau Solo sama Semarang, gitu jadi kita siapkan dua skenario itu,'' tandas Ganjar. (HT/OL-10)

BERITA TERKAIT