19 February 2021, 17:58 WIB

Unair Teliti Kematian Puluhan Paus di Bangkalan


Muhamad Ghazi | Nusantara

GUBERNUR Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa sudah meminta Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga (Unair) Surabaya meneliti kasus matinya puluhan paus setelah terdampar di Pantai Desa Patereman, Kecamatan Modung, Bangkalan, Madura.

Khofifah yang datang ke Bangkalan untuk melihat kondisi paus yang terdampar mengatakan sampel mamalia laut itu sudah dibawa ke laboratorium untuk diteliti. "Kasus ini akan diteliti di Unair," katanya, Jumat (19/2).

Sebanyak 52 ekor paus terdampar di Pantai Desa Patereman,  Kamis (18/2). Para nelayan sudah berusaha menggiring ke tengah laut, namun puluhan mamalia laut tersebut kembali ke pantai, Dari jumlah tersebut, sebanyak 49 ekor paus mati karena terjebak air surut dan hanya tiga yang berhasil diselamatkan.

"Paus yang hidup berhasil dikembalikan ke tengah perairan. Kami dibantu petugas konservasi dan nelayan Bangkalan untuk mengembalikan paus yang masih hidup itu kehabitatnya," kata Khofifah.

Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Bangkalan, Mohammad Zaini, mengatakan diduga puluhan paus itu terdampar karena menghindar hawa panas di bawah permukaan air akibat kondisi cuaca. Namun, kata dia, penyebab pasti kasus tersebut masih dalam penelitian tim gabungan Pemprov Jatim dan Fakultas Kedokteran Hewan Unair Surabaya.

"Kasus ini menjadi perhatian karena jumlah yang terdampar mencapai 52 ekor dan hanya tiga ekor yang bisa diselamatkan," katanya.

Di wilayah Selat Madura, selain paus yang seringkali terdampar adalah ikan hiu tutul. (OL-15)

BERITA TERKAIT