19 February 2021, 10:50 WIB

Sandiaga : Pemulihan Bali Bergantung Sekali Pada Kasus Covid-19


Insi Nantika Jelita | Nusantara

MENTERI Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno menuturkan, kasus covid-19 masih menjadi kendala dalam membangkitkan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif, terutama di Bali yang dianggap sebagai lokomotif pariwisata nasional.

Pernyataan tersebut dilontarkan Sandiaga Uno saat melakukan rapat koordinasi (rakor) dengan Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) soal Penanganan Pandemi Covid-19 dan Pemulihan Kepariwisataan di Bali secara virtual, Kamis (18/2).

"Pertumbuhan ekonomi Bali pada kuartal IV 2020 minus 12%, dan kumulatif pada 2020 minus 9,31 persen. Proyeksi pemulihan pariwisata ini akan bergantung sekali pada kasus covid-19," kata Sandiaga dalam keterangannya yang dikutip Jumat (19/2).

Disebutkan bahwa sejak Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) skala mikro atau PPKM mikro pada 9 - 17 Februari 2021 di Bali, tercatat ada 2.658 orang yang dinyatakan positif covid-19.

Sandiaga mengaku mendukung tindakan tegas yang diambil Pemerintah Provinsi Bali serta pihak-pihak terkait terhadap wisatawan, baik nusantara maupun mancanegara yang masih tidak mengindahkan protokol kesehatan.

"Tidak usah khawatir saat menerapkan protokol kesehatan dengan ketat dan disiplin. Wisatawan yang datang ke Bali justru menyambut baik penerapan protokol kesehatan agar bisa terjamin keamanannya saat berwisata," ucap Mantan Wakil Gubernur DKI Jakarta itu.

Baca juga: Jumlah Kasus Korona di Brasil Lampaui 10 Juta

Dalam kesempatan itu Menparekraf juga menyampaikan berbagai program yang akan dijalankan pihaknya dalam pemulihan pariwisata dan ekonomi kreatif di Pulau Dewata. Seperti usulan program pinjaman lunak atau soft loan, dengan total Rp9,4 triliun.

Lalu rencana adanya perluasan dana hibah pariwisata, program padat karya untuk desa wisata, juga prioritas vaksin bagi masyarakat pariwisata dan ekonomi kreatif di Bali.

"Sebanyak 80% masyarakat Bali bergantung pada pariwisata dan ekonomi kreatif. Mudah-mudahan dengan strategi pemulihan ini bisa kita lihat pertumbuhan ekonomi di Bali pada kuartal ketiga dan keempat," pungkas Sandiaga.

Dalam kesempatan yang sama, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan menyampaikan, pengawasan menjadi hal yang penting dalam penerapan protokol kesehatan.

Ia kemudian meminta Pemprov Bali bersama pihak terkait seperti Polri, TNI, serta pihak imigrasi untuk menerapkan secara ketat protokol kesehatan kepada wisatawan termasuk wisatawan mancanegara.

"Agar tegas menindak wisatawan yang melanggar aturan pemerintah, termasuk wisatawan asing. Harus tegas, kita negara berdaulat tapi dengan cara-cara yang baik. Kunci semua ini adalah disiplin," ujar Luhut. (OL-4)

BERITA TERKAIT