19 February 2021, 09:24 WIB

Ini 'Senjata' Gubernur Babel Perangi Pengemplang Gas Subsidi


mediaindonesia.com | Nusantara

SILANG sengkarut persoalan distribusi gas elpiji 3 kilogram di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) akhir-akhir ini berada di titik mengkhawatirkan. 

Gas subsidi yang peruntukkannya bagi masyarakat ekonomi lemah dan pelaku UKM yang berizin, oleh oknum-oknum tak bertanggungjawab malah dijadikan ajang bisnis. Terkadang gas ini hilang, sekalinya muncul, langsung ludes. Masyarakat bingung. Akhirnya mereka mengadu minta Gubernur Provinsi Babel turun tangan. 

"Saya sengaja ngecek langsung ke beberapa pangkalan. Memang benar, lain rasa hati ini lihat warga yang sudah uzur berdesak-desakan antri panas-panasan tapi ujungnya dibilang habis," kata Gubernur Bangka Belitung, Erzaldi Rosman. 

Gubernur menduga, ada pihak-pihak tak bertanggungjawab yang memanfaatkan lengahnya pengawasan sehingga terkadang gas tersebut langka di provinsi ini. 

Berbekal keluhan itu ditambah hasil dari pantauan langsung di lapangan, gubernur yang disapa masyarakatnya dengan panggilan Bang ER ini membuat terobosan. 

Ia 'memodifikasi' keberhasilan programnya terdahulu yakni Fuel Card (kartu kendali BBM bersubsidi) yang terbukti manjur mengendalikan penyalahgunaan solar subsidi di sana beberapa waktu lalu. 

Terobosan tersebut pada Rabu (17/2), ia luncurkan secara resmi berupa Gas Card. Kartu yang akan mengendalikan pembelian gas elpiji 3 kilogram subsidi. 

Sebagai informasi, langkah Bang ER ini ternyata yang pertama di Indonesia dalam usaha pengendalian elpiji. 

Jebolan Lemhanas tahun 2011 ini menekankan, penggunaan Gas Card bertujuan menyelesaikan permasalahan dalam pendistribusian gas elpiji di tengah masyarakat yang tidak tepat sasaran. Dia minta agar dijalankan dengan cermat, supaya tidak terjadi masalah di kemudian hari. 

"Kalau inovasi pembelian gas bersubsidi ini sudah dimulai, jangan sampai gagal. Untuk itu selalu berkoordinasi dengan Ombudsman agar tidak terjadi maladministrasi," kata Bang ER. 

Di hari yang sama, Bang ER beraudiensi dengan pihak Bank BRI Cabang Pangkalpinang di ruang kerjanya di lantai 2 Kantor Gubernur, karena Gas Card ini bekerjasama dengan Bank BRI, yang dianggap punya jaringan luas sampai pelosok. 

Demi kelancaran realisasi inovasi Gas Card, Erzaldi meminta agar pihak Bank BRI berkoordinasi dengan provider telekomunikasi untuk memperluas dan memperkuat jaringan. 

"Jangan lupa, daerah-daerah yang masih belum kuat sinyal handphone-nya, kita koordinasikan dengan provider-provider untuk menambah tower," pinta pria yang dua kali dipercaya jadi Bupati Bangka Tengah. 

Permintaan agar diperhatikan kekuatan sinyal di pelosok karena, Gas Card ini bisa diakses melalui aplikasi BRIMOLA yang dapat diunduh di Play Store. Untuk sementara ini, aplikasi BRIMOLA dapat digunakan pada telepon genggam berbasis Android yang mengusung sistem NFS (Network File System). 
 
 BRI siap 

Berkaitan dengan data penerima subsidi, Pimpinan Cabang BRI Cabang Pangkalpinang, Ferdian menjelaskan, data masyarakat penerima subsidi gas elpiji 3 kilogram yang telah diperoleh akan segera diinput. 

"Data kita peroleh dari data kependudukan BPS, Data Terpadu Kesejahteraan Sosial Tahun 2020 yang diverifikasi pihak kelurahan dan desa, serta data usaha mikro yang memiliki izin dari Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi Kepulauan Bangka Belitung," jelas Ferdian di depan Gubernur Babel. 

Selain penerima subsidi gas elpiji 3 kilogram, pengguna Gas Card lainnya adalah masyarakat yang memiliki usaha mikro dengan izin (IUM). 

Ferdian juga mengatakan, akan segera melakukan sosialiasi perihal Gas Card kepada masyarakat, agar diperoleh pemahaman yang nantinya menjadi dukungan bagi jalannya inovasi itu sendiri.  (RO/OL-09)

"Kita akan segera lakukan sosialisasi kepada masyarakat, supaya mereka benar-benar mengerti apa itu Gas Card, manfaat dan bagaimana menggunakannya. Ini sangat penting karena akan menjadi support bagi kelancaran inovasi Gas Card ini sendiri," katanya.

BERITA TERKAIT