18 February 2021, 11:22 WIB

Harga kedelai Impor di Temanggung Tembus Rp10 Ribu per kg


Tosiani | Nusantara

KOMODITAS kedelai impor di Temanggung, Jawa Tengah terus menerus mengalami kenaikan harga sejak awal pandemi covid-19 tahun lalu. Hari ini, Kamis (18/2) harga kedelai sudah mencapai Rp10 ribu per kilogram (kg). Kondisi ini berdampak pada industri pembuatan tahu di daerah itu.

Pada awal pandemi covid-19 harga kedelai impor naik dari sebelumnya di bawah Rp8.000 per kg menjadi Rp8.200-8.300 per kg. Sejak itu harga kedelai terus naik secara bertahap. Kemudian menjelang akhir tahun 2020 harga kedelai telah naik hingga mencapai Rp9.000 an per kg.

"Sekarang harga kedelai sudah mencapai Rp10 ribu per kg. Kenaikan sampai di harga ini sudah sekitar sepekan terakhir," ujar Viki, salah seorang pengrajin tahu di daerah Brojolan, Temanggung, Kamis (18/2).

Pabrik tahu yang dikelola Viki di Daerah Brojolan biasanya membutuhkan sekitar 2-3 kuintal kedelai impor untuk memproduksi tahu. Tiap dua kuintal kedelai bisa menghasilkan 60 papan tahu putih. Harga jualnya di kisaran Rp120 ribu per tiga papan khusus untuk reseller.

"Beruntung reseller saya sudah mau menaikan harga jual tahu sehingga dampak yang dirasakan dari kenaikan harga kedelai tidak terlalu besar," ujar Viki.

baca juga: Mentan Siapkan 3 Strategi untuk Stabilkan Harga Kedelai

Namun demikian, menurutnya, penjualan tahu masih fluktuatif. Beberapa kali ia sempat mengalami penurunan dalam penjualan tahu, meski angkanya tidak terlalu besar. Meski begitu, kondisi fluktuasi penjualan tetap berpengaruh pada produkai tahunya.

Samini,50, salah seorang pengecer tahu mengaku telah menaikan harga jual tahu rata-rata Rp 500 per potong. Semula harga jual tahu putih di kisaran Rp3.000 per potong. Saat ini harga tahu jenis yang sama dipasarkan di kisaran harga Rp3.500 per potong.

"Dari pabriknya memang sudah naik harga. Mungkin karena harga kedelai juga naik," pungkasnya. (OL-3)

BERITA TERKAIT