12 February 2021, 17:21 WIB

Hasil Panen Bawang Merosot Harganya jadi Meroket


John Lewar | Nusantara

MEROSOTNYA hasil panen petani bawang merah, putih dan bombai di beberapa daerah yang menjadi kantong produksi, mengakibatkan kelangkaan bawang. Imbasnya harga bawang terdongkrak naik.

Banyak tanaman di daerah kantong produksi di rendam banjir akibat cuaca exstrime menyebapkan tanaman sayur mayur milik petani membusuk dan separuh dari itu tersapuh banjir bandang maupun longsor.

Dari pantauaan di sejumlah pasar tradisional Labuanbajo, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur, harga bawang terus mengalami kenaikan.

Sebulan terakhir pasokan bawang ke Labuanbajo dari Sumbawa, Bima, NTB, terus mengalami penurunan sehingga berdampak pada kenaikan harga.

Mirna Kurnia Hasni di temui di Pasar Desa Batu Cermin Kecamatan Komodo, Jumat (12/2) mengatakan, sudah satu bulan ini pasokan bawang menurun dratis akibat kondisi cuaca tak bersahabat.

Lantaran daerah yang menjadi kantong produksi untuk di pasok ke Labuanbajo mengalami gagal panen dan lebih di dominasi serangan hama ditambah tanaman petani terendam banjir.

"Saya dan beberapa teman di Pasar Batu Cermin sering memesan dari Sumbawa NTB. Namun sudah 1 bulan belakangan ini stok pasokan bawang kosong. Kondisi ini memicu harga bawang naik," ujar Hasni

"Karena kekosongan stok pasokan inilah yang membuat harga bawang merah mencapai Rp35 ribu/kg, bawang putih mencapai Rp95 ribu/kg. Untuk bawang bombay Rp80 ribu/kg," ujar Mirna.

Situasi Ini kata dia tidak akan berlangsung lama karena setiap pedagang memiliki pasokan dari masing-masing daerah seperti dari Mataram Sulawesi
maupun Bali atau Surabaya bisa saja dalam waktu dekat akan kembali normal katanya. (OL-13)

Baca Juga: Imlek, Omzet Pedagang Bunga Rawa Belong Meningkat Drastis

BERITA TERKAIT